Minggu, 13 Maret 2016

HABITS 7 

WUJUDKAN SINERGI

Latihan dari kebiasaan-kebiasaan yang lain telah mempersiapkan kita
untuk bersinergi. Sinergi bermakna keseluruhan adalah lebih besar dari pada jumlah setiap
bagiannya. Suatu hubungan yang mana bagian-bagian yang memiliki
setiap bagian lainnya adalah suatu bagian yang ada di dalamnya dan
merupakan dirinya sendiri - bagian yang besar wewenangnya, menyatu
dan menggairahkan.

Intisari dari sinergi adalah perbedaan nilai-nilai - dengan menghormatinya,
membangun kekuatan, dan mengkompensasikan kelemahan.
Jalan untuk menacapai sinergi melalui proses kreatif, yang bisa menakutkan,
karena kamu tidak pernah tahu kemana proses kreatif akan membawamu.

Komunikasi Sinergis
Komunikasi sinergis adalah membuka pikiran dan hatimu menuju kemungkinan
baru. Sepertinya mirip kamu melepaskan bisikan “memulai
awal di pikiran”, tetapi nyatanya dipenuhi oleh sasaran dan penemuan
yang lebih baik.

Sebagian besar ikhtiar kreatif adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksikan,
dan jika bukan karena orang-orang memiliki toleransi yang tinggi
terhadap ambiguitas (tak tetap azas) dan mengambil rasa amanya dari
nilai integritas dan kedalaman jiwa, mereka akan menemukan hal yang
tidak menyenangkan untuk bergabung dalam perusahaan dengan kreativitas tinggi.

Butuh waktu untuk benar-benar menyusun tim, membuat catatan bank
emosi, agar kelompok bisa menjadi rajutan yang rapat. Rasa hormat diantara
anggota bisa menjadi tinggi jika ada ketidak-setujuan, bisa menjadi
upaya-upaya murni untuk saling memahami.

Kepercayaan tinggi akan menuntun kepada komunikasi dan kerjasama
yang tinggi. Titik kemajuan komunikasi adalah bertahan (menang atau
kalah/menang), penuh pernghormatan (kompromi), sinergis (menang/
menang). Komunikasi sinergis harus dicapai untuk mengembangkan
kemungkinan kreatif, termasuk penyelesaian yang lebih baik daripada
proposal aslinya. Jika sinergi tidak tercapai, kadang upaya selalu berhasil
dalam kompromi yang lebih baik.

Sinergi dalam Ruang Kelas
Suatu kelas sinergis bergerak dari suatu lingkungan yang tenang ke
keadaan ber-ungkapan pendapat (brainstorming). Spirit evaluasi menjadi
bawahannya spirit jejaring kreativitas, angan-angan dan intelektual. Kemudian
kelas sepenuhnya ditransformasikan dengan kegairahan dari arah
baru. Ini bukan terbang dengan khayalan, namun hal pokok.
Di waktu lain, pada suatu kelas mungkin dikenalkan bentuk sinergi, namun
didorong menuju kekacauan. Sinergi membutuhkan persenyawaan
yang benar dan kedewasaan emosi dalam kelompok untuk berkembang.

Sinergis dalam Bisnis
Kegairahan bisa menggantikan pertukaran dengan rasa hormat dan ego
perang. Namun pengalaman sinergis secara khusus jarang bisa dibuat.
Lebih sering, pengalaman baru harus dicari.
Dengan membuat pernyataan misi sinergis, hal yang terukir di hati dan
pikiran partisipan.

Memancing untuk Alternatif Ketiga
Jalan “tengah” mungkin tidak bisa dikompromikan, namun ada alternatif
ketiga, bagaikan puncak suatu segitiga.
Dengan pencarian bersama untuk mengerti dan dimengerti, partisipan
mengumpulkan keinginannya. Mereka bekerja sama pada sisi yang sama
untuk membuat alternatif ketiga, untuk mempertemukan kebutuhan setiap orang.
Malahan dari suatu transaksi, bisa menjadi transformasi. Setiap partisipan
mengambil apa yang mereka inginkan, dan mereka membangun
hubungannya dalam suatu proses.

Sinergi Negatif
Pendekatan menang/kalah yang bisa menghasilkan pengeluaran energi
negatif. Ini seperti mencoba menyetir dengan kaki satu di pedal gas, yang
lain di pedal rem. Malahan jika menekan rem, banyak orang memberikan
gas. Mereka akan memberikan tekanan lebih banyak untuk menguatkan
posisi mereka, membuat lebih banyak perlawanan. Kontras dengan
pendekatan kooperatif akan mampu mencapai sukses.

Masalahnya adalah banyaknya orang bebas yang mencoba kesuksesan
dalam realitas saling-ketergantungan. Mereka bicara teknik menang/
menang, namun dengan memanipulasi yang lainnya. Orang yang gelisah
ini ingin menggabungkan jalan pikirannya kepada yang lain.
Kunci sinergi antar pribadi (interpersonal) adalah sinergi antar pribadi-
pribadi (intra personal) - sinergi dalam diri kita sendiri untuk membantu
menacapai sinergi dengan yang lainnya. Jantung dari sinergi intrapersonal
adalah habit ketiga yang pertama, yang memberikan kecukupan
keamanan internal untuk mengendalikan resiko karena menjadi terbuka
dan mudah kena serang. Sebagai tambahan, dengan belajar menggunakan
otak kiri: logika, dengan otak kanan: emosi, kita mengembangkan
sinergi psikis yang cocok terhadap realitas, yang bersifat logis dan emosional.

Menghargai Perbedaan
Intisari sinergi adalah menghargai perbedaan mental, emosional dan
pskologis diantara orang-orang. Kunci untuk menghargai perbedaan itu
adalah menyadarkan bahwa semua orang memandang dunia, tidak sebagaimana
adanya. namun sebagaimana mereka (perbedaan dalam memandang).
Orang yang benar-benar efektif memiliki kerendahan hati dan menghargai
untuk mengenali batasan persepsi yang dimilikinya dan menyadari
kekayaan akal/sumber yang tepat melalui interaksi hati dan pikiran dari
sisi kemanusiawian yang lain.

Dua orang bisa tidak setuju dan keduanya bisa benar adalah sesuatu
yang tidak logis, ini psikologis. Dan ini kenyataan. Kita melihat sesuatu
yang sama, tetapi menginterprestasikan secara berbeda, keadaan kitalah
yang menyebabkannya. Jika tidak, kita menilai perbedaan dalam persepsi
kita dan berusaha mengerti bahwa hidup tidak selalu sesuatu yang dikotomi
(benar atau salah) dan/atau, disana ada alternatif ketiga, kita tidak
akan pernah mampu melebihi ambang batas kondisi kita.
Jika dua orang memiliki opini yang sama, sesuatu yang tidak penting.
Jika demikian, bila saya menjadi sadar terhadap perbedaan dalam persepsi
kita, saya berkata “Hebat! Bantu aku melihat apa yang kau lihat.” Dengan
mengerjakannya, saya tidak hanya mengembangkan kewaspadaan,
tapi saya juga mengiyakan. Saya memberimu hawa psikologis. Saya
membuat suatu lingkungan untuk bersinergi.

Menekankan Analisis di Lapangan
Sesuai dengan Kurt Lewin, seorang sosiologis, tahapan sekarang
dari unjuk kerja atau keberadaan kita adalah posisi keseimbangan, antara
tekanan untuk menjalankan dorongan pergerakan naik dan menahan
tekanan untuk turun.

Dorongan (driving force) adalah positif, bersifat pribadi, dan berkesadaran.
Menahan (restraining force) adalah negatif, emosional, tidak
berkesadaran, bersifat sosial/psikologis. Kedua tekanan harus bersangkutan
dengan perubahan.
Menaikan dorongan akan memberikan hasil sementara. Kadang,
tekanan menahan akan beraksi mirip pegas yang membalikkannya ke tahap
semula.

Untuk menghasilkan sinergi, konsep menang/menang, sinergi pengertian
dan pencarian bersama digunakan untuk bekerja langsung pada dorongan
menahan. Kalo begitu libatkan orang dalam proses, sehingga mereka
mengerti, apa yang menjadikan permasalahan. Mereka akan berlaku
menjadi bagian penting dari solusi. Sebagai suatu hasil, berbagai sasaran
bisa diciptakan, sehingga perusahaan bisa bergerak maju.
Proses legal harus menjadi pilihan terakhir, bukan pertama, ditempatkan
paling akhir karena membuatnya menjadi blok-blok, membuat sinergi
hal yang tidak mungkin menjadi nyata.

Semua Kondisi Alam adalah Sinergis
Ekologi, adalah sesuatu yang saling berhubungan, yang menjelaskan
prinsip sinergi di alam. Hubungan kekuatan kreatif perlu dimaksimalkan.
Tujuh kebiasaan juga saling berhubungan dan memiliki kekuatan besar
ketika digunakan bersama.
Sinergi adalah pencapaian puncak dari kebiasaan-kebiasaan sebelumnya.
Efektivitas dalam realitas saling-ketergantungan.
Banyak sinergi ada dalam Lingkaran pengaruhmu. Kamu bisa menilai
baik sisi analitis dan kreatifitas milik sendiri. Kamu bisa mengesampingkan
energi negatif dan mencari yang baik di sisi lainnya. Kamu bisa
berteguh hati menyampaikan ide dalam situasi saling-ketergantungan.

Kamu bisa menghargai perbedaan di tempat lain ketika kamu melihat
hanya ada dua alternatif, punyamu dan sesuatu yang “salah”. Kamu bisa
mencari suatu alternatif sinegis ketiga.

ASAHLAH  GERGAJI
Cobalah kamu datang kepada seseorang yang bekerja di perkayuan untuk
menggergaji pohon. Mereka sedang bekerja dengan sangat lelah berjam-
jam. Ajaklah agar mereka berhenti sejenak untuk mengasah gergaji.
Mereka akan menjawab, “Saya tidak punya waktu untuk menajamkan
gergaji, saya sedang sibuk menggergaji!”
Habit 7 adalah mengambil waktu untuk mengasah gergaji. Dengan
memperbaharui empat dimensi dari sifat alamimu - fisik, spiritual, mental
dan sosial/emosional, kamu bisa bekerja lebih cepat dan tanpa kesulitan.
Untuk mengerjakannya, kita harus proaktif. Ini adalah aktivitas Kuadran
II (penting, namun tidak urgen) yang harus diaktifkan. Itu adalah pusat
dari Lingkaran Pengaruh, maka kita mesti mengerjakannya untuk diri
kita sendiri.

Dimensi Fisik
Dimensi fisik menyangkut merawat tubuh - makan makanan sehat, cukup
istirahat dan santai, dan berolah raga secara teratur.
Jika kita tidak punya program olah raga teratur, pada akhirnya kita
akan membiarkan masalah kesehatan muncul. Program baru harus dimulai
secara bertahap, sesuai dengan penemuan riset terbaru.
Keuntungan terbesar dari merawat diri sendiri adalah pengembangan
“otot” Habit 1 dari proaktivitas.

Dimensi Spiritual
Dimensi spiritual adalah pusatmu, komitmen untuk sistem nilaimu. Ia
tergambar di atas sumber yang menginspirasi dan mengangkatmu serta
mengikatmu pada kebenaran manusia yang abadi.
Seorang dokter menyarankan kepada Covey untuk mencoba empat tahap
resep di setiap interval tiga jam di tempat favoritnya, sebagai seorang
anak kecil. Dengarkan seksama, coba ingat kembali, dan catat kecemasanmu
di pasir.

Ketika kita meluangkan waktu untuk menggambarkan pusat kepemimpinan
dari hidup kita, apa yang menjadi pokok kehidupan, itu akan
mengembang bagaikan payung yang menaungi apapun di bawahnya. Inilah
mengapa suatu pernyatan misi pribadi begitu penting.

Dimensi Mental
Adalah penting untuk menjaga ketajaman pikiranmu dengan membaca,
menulis, mengelola dan merencanakan. Kumandangkan dan perlihatkan
dirimu terhadap pemikiran-pemikiran yang besar.

Televisi adalah hambatan terbesar dari pembaharuan mental. Banyak
dari program televisi adalah pemborosan waktu.
Setiap hari kita harus membuat komitmen paling sedikit satu jam untuk
memperbaharui dalam tiga dimensi : fisik, mental, spiritual. Latihan
ini adalah sebuah “Kemenangan Pribadi Harian”.

Dimensi Sosial/emosional
Dimensi fisik, spiritual dan mental dekat hubungannya dengan habit
1, 2 dan3: visi pribadi, kepemimpinan dan manajemen. Dimensi sosial/
emosional memfokuskan pada Habit 4, 5 dan 6: prinsip kepemimpinan
pribadi, komunikasi empati dan kerjasama kreatif.
Kehidupan emosional kita adalah pertama yang dikembangkan dan
dimuat dalam hubungan dengan yang lain. Pembaharuan dimensi sosial/
emosional memerlukan perhatian dan latihan dalam interaksi kita dengan
orang lain.

Sukses dalam Habit 4, 5 dan 6 adalah, tidak terutama suatu persoalan
intelektual, tetapi emosi; ini sangat berhubungan dengan perasaan
keamanan pribadi. Rasa keamanan yang hakiki datang dari dalam, dari
paradigma yang akurat dan prinsip yang benar dalam pikiran dan hati
kita. Ini datang dari hidup dalam integritas kehidupan, dimana kebiasaan
harian akan terefleksikan pada nilai-nilai pribadi yang terdalam.

Disana juga ada rasa aman hakiki yang datang sebagai hasil dari kehidupan
saling-ketergantungan yang efektif dan dari melayani, dari membantu
orang lain di jalan yang bermakna. Setiap hari, kita bisa melayani
orang lain dengan membuat tabungan cinta tak bersyarat.

Menulisi Jalan Cerita Orang Lain
Kebanyakan orang hidup dengan cara reaktif berdasarkan pada cermin
sosial. Naskahnya didasarkan pada opini, resep, dan paradigma dari orang
sekelilingnya. Sebagai orang yang saling-ketergantungan, kita mengenali
aturan kita sebagai bagian dari cerminan sosial.
Kita bisa menegaskan alam proaktif dari orang lain dengan merawatnya
sebagai orang yang berdaya tanggap. Kita bisa membantu mendukungnya
sebagai individu yang berpusat pada prinsip, berdasar nilai, saling-
tergantung, dan bermanfaat.

Ada cerita dari murid yang “cemerlang” dan “lambat” tercampur-aduk,
guru dari kelompok anak-anak “lambat” secara keliru mengklasifikasikan
sebagai “cemerlang” berkata, “Untuk beberapa alasan, metoda kita
tidak bekerja, maka kita merubah cara kita.” Nilai IQ dari murid secara
dramastis meningkat. Ketidak-mampuan pembelajaran yang jelas adalah
nyata-nyata menjadi guru yang kaku.
Goethe mengajarkan, “Perlakukan seorang manusia sebagaimana ia
adanya dan ia akan akan tetap seperti apa adanya. Perlakukan seorang
manusia sebagaimana ia bisa dan yang seharusnya dan ia akan menjadi
yang ia bisa dan seharusnya.”

Keseimbangan dalam Pembahruan.
Pembaharuan pribadi harus termasuk permbaharuan yang seimbang
dari ke-empat dimensi - fisik, spirit, mental dan sosial/emosional. Pengabaian
salah satu area memberi akibat negatif pada akhirnya.
Konsep yang sama juga terjadi pada organisasi. Proses perbaikan terus
menerus adalah ciri khas gerakan Total Quality dan suatu kunci pengaruh
masalah ekonomi seseorang.

Sinergi dalam Pembaharuan.
Sesuatu yang kamu kerjakan untuk mengasah gergaji salah satu dimensi
memiliki dampak terhadap dimensi lainnya, karena mereka sangat
erat keterkaitannya.
Kemenangan Pribadi Harian, pada tingkat minimum sejam setiap hari
untuk memperbaharui dimensi pribadi, adalah kunci untuk pengembangan
Tujuh Kebiasaan (Seven Habits) dan menyempurnakan lingkaran
pengaruhmu. Juga menjadi pondasi Kemenangan Pribadi Harian. Itu
adalah sumber dari keamanan hakiki yang kamu perlukan untuk mengasah
gergaji dalam dimensi sosial/emosional.

Spiral Menaik.
Pembaharuan adalah prinsip dan proses yang memperkuat kita untuk
bergerak menaiki spiral pertumbuhan dan perubahan, suatu perbaikan
terus menerus.

Pendidikan hati nurani adalah hal vital bagi pimpinan yang benar-benar
proaktif dan sangat efektif. Hati nurani adalah anugrah yang bisa merasakan
kesesuaian atau perbedaan (disparitas) kita dengan prinsip yang
benar dan mengangkat kita ke atas. Melatih dan mendidik hati nurani memerlukan
kelimpahan diri secara teratur pada literatur yang berimspirasi,
pengajaran pada pemikiran mulia, dan hidup dalam harmoni dengan suara-
kecilnya (tenang).
Dag Hammarskjold, Sekjen PBB yang telah lalu, berkata, “Siapa yang
ingin menjaga kerapian kebunnya tidak menyediakan tanahnya untuk
rumput. Hukum alam dari panen menentukan, mereka selalu memperoleh
apa yang ia taburkan -- tidak lebih, tidak kurang.”
Bergerak sepanjang spiral keatas menyarankan kita untuk belajar,
berkomitmen dan mengerjakan bidang yang lebih tinggi secara meluas.

Lagi, Dari dalam Keluar
Kesimpulan
Disana ada ruang antara stimulus dan respon, dan kunci untuk kebahagiaan
dan pertumbuhan adalah bagaimana kita menggunakan ruang
diantaranya. Apakah kita merespon pada situasi secara positif, proaktif?
apakah kita sedang mengendalikan hidup milik kita?
Dalam pengendapan tentang ide ini menuntun Covey untuk memulai
komunikasi yang mendalam dengan istrinya, termasuk lebih banyak
diskusi dunia nyata dalam jiwanya. Ini adalah waktu dari penjelajahan
jiwa.

Mereka mengembangkan dua peraturan dasar. Pertama, “tak ada penyelidikan”,
hanya berupaya empati. Menyelidiki itu terlalu menyerang.
Kedua, adalah bila rasa sakit hati terlalu banyak, usahakan tenang hari
itu.
Bagian komunikasi tersulit dan tersukses datang bila perasaan sensitif
seseorang yang tersentuh. Mereka akan menemukan suatu perasaan baru
dari rasa hormat satu dengan lainnya. Mereka menemukan - nampaknya
- hal kebenaran sering menjadi akar dari pengalaman emosional yang
mendalam. Berurusan dengan hal yang sepele dan dangkal tanpa melihat
sesuatu yang lebih mendalam, isu-isu yang sensitif di hati bisa jadi sesuatu
yang menginjak-injak wilayah sakral hati orang lain.
Kemampuan menggunakan secara bijak ruang antara stimulus dan respon,
adalah melatih empat anugrah unik dari sisi manusiawi kita, membuat
kita bergerak dari dalam keluar. (empat anugrah itu adalah kesadaran
pribadi, imajinasi, hati nurani, dan kenginan untuk independen. Lihat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar