HABITS 7
WUJUDKAN SINERGI
Latihan dari
kebiasaan-kebiasaan yang lain telah mempersiapkan kita
untuk
bersinergi. Sinergi bermakna keseluruhan adalah lebih besar dari pada jumlah
setiap
bagiannya. Suatu
hubungan yang mana bagian-bagian yang memiliki
setiap bagian
lainnya adalah suatu bagian yang ada di dalamnya dan
merupakan
dirinya sendiri - bagian yang besar wewenangnya, menyatu
dan
menggairahkan.
Intisari dari
sinergi adalah perbedaan nilai-nilai - dengan menghormatinya,
membangun
kekuatan, dan mengkompensasikan kelemahan.
Jalan untuk
menacapai sinergi melalui proses kreatif, yang bisa menakutkan,
karena kamu
tidak pernah tahu kemana proses kreatif akan membawamu.
Komunikasi
Sinergis
Komunikasi
sinergis adalah membuka pikiran dan hatimu menuju kemungkinan
baru. Sepertinya
mirip kamu melepaskan bisikan “memulai
awal di
pikiran”, tetapi nyatanya dipenuhi oleh sasaran dan penemuan
yang lebih baik.
Sebagian besar
ikhtiar kreatif adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksikan,
dan jika bukan
karena orang-orang memiliki toleransi yang tinggi
terhadap
ambiguitas (tak tetap azas) dan mengambil rasa amanya dari
nilai integritas
dan kedalaman jiwa, mereka akan menemukan hal yang
tidak
menyenangkan untuk bergabung dalam perusahaan dengan kreativitas tinggi.
Butuh waktu
untuk benar-benar menyusun tim, membuat catatan bank
emosi, agar
kelompok bisa menjadi rajutan yang rapat. Rasa hormat diantara
anggota bisa
menjadi tinggi jika ada ketidak-setujuan, bisa menjadi
upaya-upaya
murni untuk saling memahami.
Kepercayaan
tinggi akan menuntun kepada komunikasi dan kerjasama
yang tinggi.
Titik kemajuan komunikasi adalah bertahan (menang atau
kalah/menang),
penuh pernghormatan (kompromi), sinergis (menang/
menang).
Komunikasi sinergis harus dicapai untuk mengembangkan
kemungkinan
kreatif, termasuk penyelesaian yang lebih baik daripada
proposal
aslinya. Jika sinergi tidak tercapai, kadang upaya selalu berhasil
dalam kompromi
yang lebih baik.
Sinergi dalam
Ruang Kelas
Suatu kelas
sinergis bergerak dari suatu lingkungan yang tenang ke
keadaan
ber-ungkapan pendapat (brainstorming). Spirit evaluasi menjadi
bawahannya
spirit jejaring kreativitas, angan-angan dan intelektual. Kemudian
kelas sepenuhnya
ditransformasikan dengan kegairahan dari arah
baru. Ini bukan
terbang dengan khayalan, namun hal pokok.
Di waktu lain,
pada suatu kelas mungkin dikenalkan bentuk sinergi, namun
didorong menuju
kekacauan. Sinergi membutuhkan persenyawaan
yang benar dan
kedewasaan emosi dalam kelompok untuk berkembang.
Sinergis dalam
Bisnis
Kegairahan bisa
menggantikan pertukaran dengan rasa hormat dan ego
perang. Namun
pengalaman sinergis secara khusus jarang bisa dibuat.
Lebih sering,
pengalaman baru harus dicari.
Dengan membuat
pernyataan misi sinergis, hal yang terukir di hati dan
pikiran
partisipan.
Memancing untuk
Alternatif Ketiga
Jalan “tengah”
mungkin tidak bisa dikompromikan, namun ada alternatif
ketiga, bagaikan
puncak suatu segitiga.
Dengan pencarian
bersama untuk mengerti dan dimengerti, partisipan
mengumpulkan
keinginannya. Mereka bekerja sama pada sisi yang sama
untuk membuat
alternatif ketiga, untuk mempertemukan kebutuhan setiap orang.
Malahan dari
suatu transaksi, bisa menjadi transformasi. Setiap partisipan
mengambil apa
yang mereka inginkan, dan mereka membangun
hubungannya
dalam suatu proses.
Sinergi Negatif
Pendekatan
menang/kalah yang bisa menghasilkan pengeluaran energi
negatif. Ini
seperti mencoba menyetir dengan kaki satu di pedal gas, yang
lain di pedal
rem. Malahan jika menekan rem, banyak orang memberikan
gas. Mereka akan
memberikan tekanan lebih banyak untuk menguatkan
posisi mereka,
membuat lebih banyak perlawanan. Kontras dengan
pendekatan
kooperatif akan mampu mencapai sukses.
Masalahnya
adalah banyaknya orang bebas yang mencoba kesuksesan
dalam realitas
saling-ketergantungan. Mereka bicara teknik menang/
menang, namun
dengan memanipulasi yang lainnya. Orang yang gelisah
ini ingin
menggabungkan jalan pikirannya kepada yang lain.
Kunci sinergi
antar pribadi (interpersonal) adalah sinergi antar pribadi-
pribadi (intra
personal) - sinergi dalam diri kita sendiri untuk membantu
menacapai
sinergi dengan yang lainnya. Jantung dari sinergi intrapersonal
adalah habit
ketiga yang pertama, yang memberikan kecukupan
keamanan
internal untuk mengendalikan resiko karena menjadi terbuka
dan mudah kena
serang. Sebagai tambahan, dengan belajar menggunakan
otak kiri:
logika, dengan otak kanan: emosi, kita mengembangkan
sinergi psikis
yang cocok terhadap realitas, yang bersifat logis dan emosional.
Menghargai
Perbedaan
Intisari sinergi
adalah menghargai perbedaan mental, emosional dan
pskologis
diantara orang-orang. Kunci untuk menghargai perbedaan itu
adalah
menyadarkan bahwa semua orang memandang dunia, tidak sebagaimana
adanya. namun
sebagaimana mereka (perbedaan dalam memandang).
Orang yang
benar-benar efektif memiliki kerendahan hati dan menghargai
untuk mengenali
batasan persepsi yang dimilikinya dan menyadari
kekayaan
akal/sumber yang tepat melalui interaksi hati dan pikiran dari
sisi
kemanusiawian yang lain.
Dua orang bisa
tidak setuju dan keduanya bisa benar adalah sesuatu
yang tidak
logis, ini psikologis. Dan ini kenyataan. Kita melihat sesuatu
yang sama,
tetapi menginterprestasikan secara berbeda, keadaan kitalah
yang
menyebabkannya. Jika tidak, kita menilai perbedaan dalam persepsi
kita dan
berusaha mengerti bahwa hidup tidak selalu sesuatu yang dikotomi
(benar atau
salah) dan/atau, disana ada alternatif ketiga, kita tidak
akan pernah
mampu melebihi ambang batas kondisi kita.
Jika dua orang
memiliki opini yang sama, sesuatu yang tidak penting.
Jika demikian,
bila saya menjadi sadar terhadap perbedaan dalam persepsi
kita, saya
berkata “Hebat! Bantu aku melihat apa yang kau lihat.” Dengan
mengerjakannya,
saya tidak hanya mengembangkan kewaspadaan,
tapi saya juga
mengiyakan. Saya memberimu hawa psikologis. Saya
membuat suatu
lingkungan untuk bersinergi.
Menekankan
Analisis di Lapangan
Sesuai dengan
Kurt Lewin, seorang sosiologis, tahapan sekarang
dari unjuk kerja
atau keberadaan kita adalah posisi keseimbangan, antara
tekanan untuk
menjalankan dorongan pergerakan naik dan menahan
tekanan untuk
turun.
Dorongan
(driving force) adalah positif, bersifat pribadi, dan berkesadaran.
Menahan
(restraining force) adalah negatif, emosional, tidak
berkesadaran,
bersifat sosial/psikologis. Kedua tekanan harus bersangkutan
dengan
perubahan.
Menaikan
dorongan akan memberikan hasil sementara. Kadang,
tekanan menahan
akan beraksi mirip pegas yang membalikkannya ke tahap
semula.
Untuk
menghasilkan sinergi, konsep menang/menang, sinergi pengertian
dan pencarian
bersama digunakan untuk bekerja langsung pada dorongan
menahan. Kalo
begitu libatkan orang dalam proses, sehingga mereka
mengerti, apa
yang menjadikan permasalahan. Mereka akan berlaku
menjadi bagian
penting dari solusi. Sebagai suatu hasil, berbagai sasaran
bisa diciptakan,
sehingga perusahaan bisa bergerak maju.
Proses legal
harus menjadi pilihan terakhir, bukan pertama, ditempatkan
paling akhir
karena membuatnya menjadi blok-blok, membuat sinergi
hal yang tidak
mungkin menjadi nyata.
Semua Kondisi
Alam adalah Sinergis
Ekologi, adalah
sesuatu yang saling berhubungan, yang menjelaskan
prinsip sinergi
di alam. Hubungan kekuatan kreatif perlu dimaksimalkan.
Tujuh kebiasaan
juga saling berhubungan dan memiliki kekuatan besar
ketika digunakan
bersama.
Sinergi adalah
pencapaian puncak dari kebiasaan-kebiasaan sebelumnya.
Efektivitas
dalam realitas saling-ketergantungan.
Banyak sinergi
ada dalam Lingkaran pengaruhmu. Kamu bisa menilai
baik sisi
analitis dan kreatifitas milik sendiri. Kamu bisa mengesampingkan
energi negatif
dan mencari yang baik di sisi lainnya. Kamu bisa
berteguh hati
menyampaikan ide dalam situasi saling-ketergantungan.
Kamu bisa
menghargai perbedaan di tempat lain ketika kamu melihat
hanya ada dua
alternatif, punyamu dan sesuatu yang “salah”. Kamu bisa
mencari suatu
alternatif sinegis ketiga.
ASAHLAH GERGAJI
Cobalah
kamu datang kepada seseorang yang bekerja di perkayuan untuk
menggergaji
pohon. Mereka sedang bekerja dengan sangat lelah berjam-
jam.
Ajaklah agar mereka berhenti sejenak untuk mengasah gergaji.
Mereka
akan menjawab, “Saya tidak punya waktu untuk menajamkan
gergaji,
saya sedang sibuk menggergaji!”
Habit
7 adalah mengambil waktu untuk mengasah gergaji. Dengan
memperbaharui
empat dimensi dari sifat alamimu - fisik, spiritual, mental
dan
sosial/emosional, kamu bisa bekerja lebih cepat dan tanpa kesulitan.
Untuk
mengerjakannya, kita harus proaktif. Ini adalah aktivitas Kuadran
II
(penting, namun tidak urgen) yang harus diaktifkan. Itu adalah pusat
dari
Lingkaran Pengaruh, maka kita mesti mengerjakannya untuk diri
kita
sendiri.
Dimensi
Fisik
Dimensi
fisik menyangkut merawat tubuh - makan makanan sehat, cukup
istirahat
dan santai, dan berolah raga secara teratur.
Jika
kita tidak punya program olah raga teratur, pada akhirnya kita
akan
membiarkan masalah kesehatan muncul. Program baru harus dimulai
secara
bertahap, sesuai dengan penemuan riset terbaru.
Keuntungan
terbesar dari merawat diri sendiri adalah pengembangan
“otot”
Habit 1 dari proaktivitas.
Dimensi
Spiritual
Dimensi
spiritual adalah pusatmu, komitmen untuk sistem nilaimu. Ia
tergambar
di atas sumber yang menginspirasi dan mengangkatmu serta
mengikatmu
pada kebenaran manusia yang abadi.
Seorang
dokter menyarankan kepada Covey untuk mencoba empat tahap
resep
di setiap interval tiga jam di tempat favoritnya, sebagai seorang
anak
kecil. Dengarkan seksama, coba ingat kembali, dan catat kecemasanmu
di
pasir.
Ketika
kita meluangkan waktu untuk menggambarkan pusat kepemimpinan
dari
hidup kita, apa yang menjadi pokok kehidupan, itu akan
mengembang
bagaikan payung yang menaungi apapun di bawahnya. Inilah
mengapa
suatu pernyatan misi pribadi begitu penting.
Dimensi
Mental
Adalah
penting untuk menjaga ketajaman pikiranmu dengan membaca,
menulis,
mengelola dan merencanakan. Kumandangkan dan perlihatkan
dirimu
terhadap pemikiran-pemikiran yang besar.
Televisi
adalah hambatan terbesar dari pembaharuan mental. Banyak
dari
program televisi adalah pemborosan waktu.
Setiap
hari kita harus membuat komitmen paling sedikit satu jam untuk
memperbaharui
dalam tiga dimensi : fisik, mental, spiritual. Latihan
ini
adalah sebuah “Kemenangan Pribadi Harian”.
Dimensi
Sosial/emosional
Dimensi
fisik, spiritual dan mental dekat hubungannya dengan habit
1,
2 dan3: visi pribadi, kepemimpinan dan manajemen. Dimensi sosial/
emosional
memfokuskan pada Habit 4, 5 dan 6: prinsip kepemimpinan
pribadi,
komunikasi empati dan kerjasama kreatif.
Kehidupan
emosional kita adalah pertama yang dikembangkan dan
dimuat
dalam hubungan dengan yang lain. Pembaharuan dimensi sosial/
emosional
memerlukan perhatian dan latihan dalam interaksi kita dengan
orang
lain.
Sukses
dalam Habit 4, 5 dan 6 adalah, tidak terutama suatu persoalan
intelektual,
tetapi emosi; ini sangat berhubungan dengan perasaan
keamanan
pribadi. Rasa keamanan yang hakiki datang dari dalam, dari
paradigma
yang akurat dan prinsip yang benar dalam pikiran dan hati
kita.
Ini datang dari hidup dalam integritas kehidupan, dimana kebiasaan
harian
akan terefleksikan pada nilai-nilai pribadi yang terdalam.
Disana
juga ada rasa aman hakiki yang datang sebagai hasil dari kehidupan
saling-ketergantungan
yang efektif dan dari melayani, dari membantu
orang
lain di jalan yang bermakna. Setiap hari, kita bisa melayani
orang
lain dengan membuat tabungan cinta tak bersyarat.
Menulisi
Jalan Cerita Orang Lain
Kebanyakan
orang hidup dengan cara reaktif berdasarkan pada cermin
sosial.
Naskahnya didasarkan pada opini, resep, dan paradigma dari orang
sekelilingnya.
Sebagai orang yang saling-ketergantungan, kita mengenali
aturan
kita sebagai bagian dari cerminan sosial.
Kita
bisa menegaskan alam proaktif dari orang lain dengan merawatnya
sebagai
orang yang berdaya tanggap. Kita bisa membantu mendukungnya
sebagai
individu yang berpusat pada prinsip, berdasar nilai, saling-
tergantung,
dan bermanfaat.
Ada
cerita dari murid yang “cemerlang” dan “lambat” tercampur-aduk,
guru
dari kelompok anak-anak “lambat” secara keliru mengklasifikasikan
sebagai
“cemerlang” berkata, “Untuk beberapa alasan, metoda kita
tidak
bekerja, maka kita merubah cara kita.” Nilai IQ dari murid secara
dramastis
meningkat. Ketidak-mampuan pembelajaran yang jelas adalah
nyata-nyata
menjadi guru yang kaku.
Goethe
mengajarkan, “Perlakukan seorang manusia sebagaimana ia
adanya
dan ia akan akan tetap seperti apa adanya. Perlakukan seorang
manusia
sebagaimana ia bisa dan yang seharusnya dan ia akan menjadi
yang
ia bisa dan seharusnya.”
Keseimbangan
dalam Pembahruan.
Pembaharuan
pribadi harus termasuk permbaharuan yang seimbang
dari
ke-empat dimensi - fisik, spirit, mental dan sosial/emosional. Pengabaian
salah
satu area memberi akibat negatif pada akhirnya.
Konsep
yang sama juga terjadi pada organisasi. Proses perbaikan terus
menerus
adalah ciri khas gerakan Total Quality dan suatu kunci pengaruh
masalah
ekonomi seseorang.
Sinergi
dalam Pembaharuan.
Sesuatu
yang kamu kerjakan untuk mengasah gergaji salah satu dimensi
memiliki
dampak terhadap dimensi lainnya, karena mereka sangat
erat
keterkaitannya.
Kemenangan
Pribadi Harian, pada tingkat minimum sejam setiap hari
untuk
memperbaharui dimensi pribadi, adalah kunci untuk pengembangan
Tujuh
Kebiasaan (Seven Habits) dan menyempurnakan lingkaran
pengaruhmu.
Juga menjadi pondasi Kemenangan Pribadi Harian. Itu
adalah
sumber dari keamanan hakiki yang kamu perlukan untuk mengasah
gergaji
dalam dimensi sosial/emosional.
Spiral
Menaik.
Pembaharuan
adalah prinsip dan proses yang memperkuat kita untuk
bergerak
menaiki spiral pertumbuhan dan perubahan, suatu perbaikan
terus
menerus.
Pendidikan
hati nurani adalah hal vital bagi pimpinan yang benar-benar
proaktif
dan sangat efektif. Hati nurani adalah anugrah yang bisa merasakan
kesesuaian
atau perbedaan (disparitas) kita dengan prinsip yang
benar
dan mengangkat kita ke atas. Melatih dan mendidik hati nurani memerlukan
kelimpahan
diri secara teratur pada literatur yang berimspirasi,
pengajaran
pada pemikiran mulia, dan hidup dalam harmoni dengan suara-
kecilnya
(tenang).
Dag
Hammarskjold, Sekjen PBB yang telah lalu, berkata, “Siapa yang
ingin
menjaga kerapian kebunnya tidak menyediakan tanahnya untuk
rumput.
Hukum alam dari panen menentukan, mereka selalu memperoleh
apa
yang ia taburkan -- tidak lebih, tidak kurang.”
Bergerak
sepanjang spiral keatas menyarankan kita untuk belajar,
berkomitmen
dan mengerjakan bidang yang lebih tinggi secara meluas.
Lagi,
Dari dalam Keluar
Kesimpulan
Disana
ada ruang antara stimulus dan respon, dan kunci untuk kebahagiaan
dan
pertumbuhan adalah bagaimana kita menggunakan ruang
diantaranya.
Apakah kita merespon pada situasi secara positif, proaktif?
apakah
kita sedang mengendalikan hidup milik kita?
Dalam
pengendapan tentang ide ini menuntun Covey untuk memulai
komunikasi
yang mendalam dengan istrinya, termasuk lebih banyak
diskusi
dunia nyata dalam jiwanya. Ini adalah waktu dari penjelajahan
jiwa.
Mereka
mengembangkan dua peraturan dasar. Pertama, “tak ada penyelidikan”,
hanya
berupaya empati. Menyelidiki itu terlalu menyerang.
Kedua,
adalah bila rasa sakit hati terlalu banyak, usahakan tenang hari
itu.
Bagian
komunikasi tersulit dan tersukses datang bila perasaan sensitif
seseorang
yang tersentuh. Mereka akan menemukan suatu perasaan baru
dari
rasa hormat satu dengan lainnya. Mereka menemukan - nampaknya
-
hal kebenaran sering menjadi akar dari pengalaman emosional yang
mendalam.
Berurusan dengan hal yang sepele dan dangkal tanpa melihat
sesuatu
yang lebih mendalam, isu-isu yang sensitif di hati bisa jadi sesuatu
yang
menginjak-injak wilayah sakral hati orang lain.
Kemampuan
menggunakan secara bijak ruang antara stimulus dan respon,
adalah
melatih empat anugrah unik dari sisi manusiawi kita, membuat
kita
bergerak dari dalam keluar. (empat anugrah itu adalah kesadaran
pribadi,
imajinasi, hati nurani, dan kenginan untuk independen. Lihat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar