HABITS 4
BERPIKIR MENANG – MENANG
Apabila kebiasaan 1, 2 dan 3 lebih mengacu pada
pengembangan diri, maka kebiasaan selanjutnya adalah bagaimana cara kita
bersikap terhadap orang lain di sekeliling kita.
Kebiasaan 4 : Berpikir Menang-Menang adalah sikap
terhadap kehidupan suatu cara berpikir yang mengatakan bahwa saya bisa menang,
kamu pun bisa menang. Bukan saya atau kami, tapi sama-sama. Dasar pemikirannya
adalah keyakinan bahwa kita semua sama, tidak ada yang lebih rendah dan unggul
dari yang lain.
1. Berpikir
Menang/Kalah
Berpikir Menang/Kalah yaitu sikap terhadap kehidupan yang
mengatakan bahwa jue sukses itu sudah tetap besarnya, dan kalau kamu
mendapatkan potongan besar, sisanya tinggal sedikit untuk saya. Karena itu saya
akan memastikan mendapat potongan besar itu lebih dulu. Menang/Kalah cenderung
kompetitif. Dia tidak peduli seberapa baiknya dia, asalkan dia lebih tinggi
dari orang lain. Ciri-ciri Menang/Kalah ini antara lain :
Ø Menggunakan
orang lain, baik secara emosional maupun secara fisik demi tujuan sendiri yang
egois.
Ø Berusaha maju
atas pengorbanan orang lain.
Ø Menyebarkan
kabar burung tentang orang lain.
Ø Selalu
memaksakan kehendak tanpa memikirkan orang lain.
Pada akhirnya, biarpun kamu menang, kamu akan sendirian
tanpa teman.
2.
Kalah/Menang
Kalah/Menang seperti keset kaki, membiarkan orang lain
menginjak-injak dirinya, dengan dalih menjadi pembawa damai. Mengalah terhadap
tekanan sesama, seperti apabila kelompokmu membolos dan kamu mengalah untuk
ikut meskipun kamu tidak mau, menunjukkan kamu Kalah/Menang, kamu kalah dan
mereka menang. Apabila ini terus berlanjut, maka kamu akan selalu diinjak-injak
orang.
Memang sekali-sekali kalah tidak masalah, asalkan itu
untuk hal-hal kecil. Akan tetapi jangan sampai kamu terperangkap dalam hubungan
yang melecehkan, sehingga kamu selalu saja terpaksa menuruti kemauan orang.
Pastikan kamu memegang kendali dalam hal-hal penting.
3.
Kalah/Kalah
Kalah/Kalah mengatakan bahwa “Apabila aku harus jatuh,
kamu juga harus jatuh”. Toh, orang sengsara senang ditemani. Dendam adalah
contoh yang nyata. Apabila kamu membalas dendammu, kamu mungkin berpikir
menang, padahal sebetulnya kamu menyakiti dirimu sendiri.
Kalah/Kalah juga bisa terjadi apabila seseorang terobsesi
dengan orang lain secara negatif, contohnya sepasang kekasih. Apabila mereka
sudah terikat dalam hubungan emosional dan saling tergantung, biasanya menjadi
posesif dan cemburuan. Akhirnya ketergantungan ini menimbulkan yang terburuk,
mereka sering bertengkar, berdebat, “saling membalas” sehingga menimbulkan
sikap Kalah/Kalah.
4.
Menang-Menang
Menang/Menang adalah keyakinan bahwa semua orang bisa
menang. Kamu memedulikan orang lain sebanyak kamu memedulikan dirimu sendiri.
Contoh-contoh sikap Menang/Menang antara lain :
v Kamu
dipromosikan menduduki jabatan baru, kemudian kamu bagi pujian dan pengakuannya
kepada semua orang yang membantumu dipromosikan.
v Kamu ingin makan
keluar, temanmu ingin nonton. Akhirnya kamu sama-sama memutuskan akan menyewa
film dan membeli makan untuk dimakan di rumah.
v Sahabat
terbaikmu diterima di kampus pilihanmu, sedangkan kamu tidak. Walaupun sedih,
kamu ikut bersuka cita atas keberhasilan temanmu itu.
Agar dapat berpikir Menang/Menang, pertama kamu harus
memenangkan kemenangan pribadimu (Kebiasaan 1, 2, dan 3). Dengan menenangkan
diri, maka kamu dapat berpikir lebih jernih terhadap diri sendiri. Kedua,
hindari kecenderungan bersaing dan membanding-bandingkan. Persiangan memang
diperlukan semua orang. Akan tetapi persaingan memiliki dua sisi. Persaingan
akan sehat apabila kamu menantang diri kamu sendiri agar dapat mencapai sesuatu
dengan mengerahkan kemampuan terbaikmu. Akan tetapi persaingan akan menjadi
buruk apabila kamu mementingkan kemenangan lebih dari apapun sehingga
menghalalkan cara yang salah. Selanjutnya, kecenderungan membanding-bandingkan
dirimu dengan orang lain adalah hal lain yang harus dihindari. Kenapa kita
harus membangding-bandingkan diri dengan orang lain? Kita semua berada pada
jadwal perkembangan yang berbeda-beda, secara sosial, fisik dan mental. Hidup
kita ini unik, dan masing-masing dari kita dilengkapi dengan hambatan-hambatan
tersendiri. Jadi lebih baik menjadi diri kita sendiri dan berhenti
membanding-bandingkan diri.
Terkadang seberapa keraspun mencoba, mencari solusi
Menang/Menang. Atau pihak lain yang condong pada Menang/Kalah. Dalam hal ini,
jangan ikut-ikutan bersikap Menang/Kalah atau bahkan Kalah/Menang. Lebih baik
Menang/Menang atau Tidak Sama Sekali.
Mengembangkan sikap Menang/Menang memang tidak mudah.
Kamu harus mencobanya sedikit demi sedikit. Kalau kamu baru bisa berpikir hanya
10% dari waktumu sekarang, mulailah meningkatkannya menjadi 20%, kemudian 30%,
dan seterusnya. Akhirnya itu akan menjadi kebiasaan tanpa kamu perlu
memikirkannya. Dan mungkin keuntungan yang paling mengejutkan dari berpikir
Menang/Menang ini adalah perasaan senang yang ditimbulkannya ketika kita bisa
menyenangkan orang lain dan kita sendiri mendapatkan keuntungan.
Jadi kesimpulan dari pembahasan ini adalah benar-benar
berusaha untuk mencapai solusi atau perjanjian saling menguntungkan dalam
hubungan Anda. Nilai dan hormati orang lain dengan memahami bahwa
"kemenangan" untuk semua orang adalah suatu resolusi jangka panjang
yang lebih baik daripada jika hanya satu orang saja yang telah mendapatkan
keinginannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar