HABITS 1
Jadilah proaktif
Mau bersikap proaktif atau tidak terserah pada anda
sendiri namun janganlah sampai anda memiliki sikap reaktif. Karena itu sangat
merugikan, dengan mendengarkan bahasamu sendiri kamu akan tau apakah kamu
adalah seorang yang reaktif atau tidak, bahkan proakif atau tidak. Seperti
misalnya “Aku memang begini kok” itu adalah kata – kata yang menggambarkan
bahwa betapa tidak proaktifnya bahasa itu.
Lalu selanjutnya virus jadi korban, virus ini
terjadi pada orang yang reaktif karena
menurut otang yang raektif , disekitar mereka banyak virus – virus yang membuat
mereka menjadi “korban”. Seperti kata –
kata berikut, “ Aku mau main sih, teapi pelatih sentimen sama aku.” Itulah kata – kata yang menggambarkan betapa
takutnya dia untuk menjadi proaktif hanya karena perlakuan dari pelatihnya.
Bersikap proaktif itu banyak manfaatnya, tidak mudah
tersinggung, bertanggung jawab atas pilihannya sendiri, dan cepat pulih kalau
terjadi sesuatu yang buruk. Namun
berbeda jika orang yang reaktif, selain merasa menjadi korban, orang reaktif
juga, mudah tersinggung, cenderung menyalahkan orang lain, dan berubah kalau
hanya perlu.
Dengan semua itu harusnya kita mengubah kemunduran
menjadi kemenangan, banyak orang yang memiliki kekurangan namun dari
kekurangannya itulah yang menyebabkan dia menemukan sesuatu yang dapat
“diandalkan”. Dari situlah kita tahu
bahwa tidak sedikit orang yang berhasil dari kekurangan mereka. Seolah menciptakan peluang dari “kekurangan sendiri”. Di kehidupan ini pun banyak sekali “bumbu
pedas”, seperti halnya pelecehan. Ini
adalah masalah serius yang harus ditangani secara cepat dan tuntas. Yang paling adalah mengatasi dari sisi korban
sendiri, mereka harus berani melawan ketika hal yang tidak diinginkan akan
terjadi pada dirinya.
Jadi kesimpulan dari bahasan ini adalah Bersikap proaktif
adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya
bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang,
maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip
serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang
proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban,
untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka
lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang
unik –kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas – dan
dengan menggunakan Pendekatan Dari Dalam Ke Luar untuk menciptakan perubahan.
Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang
adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.
Berikut
adalah foto yang diambil pada masa SMA, pada saat itu saya bersama teman -
teman bertugas untuk mewawancari seorang petugas kebersihan di daerah sekitaran
Gede Bage. Pada saat itu mewawancari
beliau bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengolahan sampah dan kemana sampah
itu dibawa. Mungkin bagi sebagian orang
ini adalah sesuatu hal yang biasa, namun bagi kami ini adalah pengalaman yang
luar biasa bagi kami. Karena ini
menyangkut masalah yang sering terjadi di Indonesia. Hal yang kami lakukan adalah sebagian contoh
kecil dari kebiasaan proaktif, tentang bagaimana kepedulian kita terhadap
sampah. Menjadi proaktif tidak selalu
harus melakukan hal yang besar, tapi mulailah dalam dirimu sendiri dengan
memulainya dalam diri sendiri, maka hal - hal yang besar akan tercipta dengan
sendirinya. pesan saya disini adalah,
jangan lengah dengan segala bentuk kehidupan yang ada, berjuanglah karena saya
tahu bahwa hidup ini sulit. Ingatlah
selalu kapada sang pencipta, nisacaya kita akan mendapatkan berkah yang
berlimpah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar