HABITS 3
Dahulukan yang utama
Mengemas lebih banyak lagi kedalam hidupmu, merapihkan
segala sesuatunya yang akan menjadi hal yang terpenting dalam hidupmu. Maka akan “muat banyak” apa – apa yang anda
butuhkan. Gunakan agenda, itu akan
membantumu dalam memilih mana hal yang terpenring yang harus dilakukan terlebih
dahalu. Seperti rencana mingguan yang
dapat merefresh otak dan tubuh anda.
Dahulukan yang Utama adalah soal belajar menentukan
prioritas dan mengatur waktumu sehingga yang penting didahulukan, buka ditunda.
Tapi kebiasaan ini lebih dari sekedar mengatur waktu, melainkan juga soal
belajar mengatasi ketakutan dan bertahan di saat yang sulit.
Kita punya sederet sasaran serta niat baik, tetapi untuk
melaksanakan dan mendahulukannya sangat sulit. Karena itu kebiasaan 3 memerlukan daya kemauan(kekuatan
untuk mengatakan ya kepada hal-hal yang paling penting bagimu) dan daya menolak
(kekuatan untuk mengatakan tidak kepada hal-hal yang kurang penting dan
terhadap tekanan sesama).
Ketika mengepak koper, kita akan menemukan bahwa masih
banyak yang bisa kita masukkan asal ditata dengan rapi ketimbang dimasukan dengan
sembarangan. Begitu pula dengan hidup, ketika ditata dengan baik, kita akan
menemukan bahwa akan lebih banyak waktu untuk keluarga, teman, dan lain-lain.
Berikut adalah suatu model Kuadran Waktu yang diciptakan Sean Covey :
Penting – hal-hal yang paling penting bagimu,
kegiatan-kegiatan utama bagimu, yang berkontribusi terhadap tercapainya misi
serta sasaranmu.
Kuadran 1 (K1) : Orang yang suka menunda-nunda
Memang ada hal-hal yang perlu dilakukan dalam K1,
misalnya menolong anak yang tertabrak. Akan tetapi ketika kita menunda-nunda
mengerjakan PR lalu harus mengerjakannya semalaman, kita akan kelabakan. K1
adalah orang yang suka menunda-nunda pekerjaan. Motonya adalah, “aku akan
berhenti menunda-nunda – nanti”. Orang ini suka mengerjakan pekerjaan di
saat-saat kritis pada menit-menit terakhir. Akan tetapi ini membuatnya semangat
dan bisa sukses di bawah tekanan. Merencanakan sebelumnya sangat susah
dilakukan orang ini, karena akan merusak kesenangan mengerjakan di menit-menit
terakhir.
Akibat kebanyakan menghabiskan waktu di K1 adalah:
- Stress dan cemas
- Kelelahan
- Prestasi yang biasa-biasa saja.
Kuadran 3 (K3) : Orang yang “yes-man”
K3 mewakili hal yang mendesak, tetapi tidak penting.
Cirinya adalah dia berusaha menyenangkan semua orang dan menanggapi semua
keinginan mereka. K3 penuh dengan hal-hal yang penting bagi orang lain, tetapi
tidak untukmu. Yes-man sulit mengatakan tidak pada orang lain, berusaha
menyenangkan mereka, akan tetapi biasanya malah tidak menyenangkan siapapun.
Kalau teman-temannya datang mendadak dan mengajaknya
begadang, dia tidak dapat menolak meskipun besoknya dia menghadapi ujian dan
perlu belajar serta tidur. Atau dia tidak mau ikut tim renang, dia lebih
memilih kesenaian, tapi karena ayahnya seorang perenang, maka dia tidak mau
mengecewakan ayahnya. Akibat kebiasaan menghabiskan waktu di K3 adalah :
- Reputasi sebagai “tukang menyenangkan orang lain”.
- Kurang disiplin.
- Merasa seperti keset kaki bagi orang lain yang
menginjak-injaknya.
Kuadran 4 (K4) : Pemalas
K4 adalah kategori kesia-siaan. Kegiatannya sama sekali
tidak mendesak dan tidak penting. Si Pemalas melakukan semua dengan berlebihan,
terlalu banyak nonton TV, tidur, main video game, dan online. Memang benar
nonton, chatting, atau shopping adalah bagian dari hidup sehat, akan tetapi
kalau dilakukan berlebihan maka akan menjadi sebuah kesia-siaan besar.
Akibat hidup dalam K4 adalah :
- Kurang bertanggungjawab.
- Rasa bersalah.
- Malas.
Kuadran 2 (K2) : Orang yang suka menentukan prioritas
K2 adalah hal-hal penting tetapi tidak mendesak, seperti
olahraga, relaksasi, membangun hubungan, mengerjakan PR … tepat waktu. Kuadran
inilah seharusnya kita berada. Kesulitannya adalah pekerjaan K2 penting, akan
tetapi tidak mendesak. Karena itu lah orang yang menentukan prioritas berdiri
dalam kuadran ini. Orang ini tidak sempurna, akan tetapi dia mawas diri. Dia
menentukan apa yang perlu dilakukan, menyusun prioritas. Dengan merencanakan,
misalnya, dia dapat mengendalikan segalanya. Dengan mengerjakan PR tepat waktu,
dia dapat mengerjakan yang terbaik dan terhindar dari stress dan kelelahan. Dia
berolahraga teratur, meskipun harus mengorbankan hal-hal lain. Ia suka nonton,
online di internet, dan membaca novel, tetapi tidak berlebihan. Dia belajar
mengatakan “tidak” sambil tersenyum, karena mungkin penolakan tidak akan
membuatnya populer, tetapi akhirnya orang akan menghormatinya.
Akibat hidup di K2 :
- Hidup terkendali.
- Keseimbangan.
- Prestasi tinggi.
Untuk memulai, sebaiknya kamu membuat agenda. Pertama
buatlah rencana mingguan, karena rentang waktunya pas. Ada 3 langkah yang perlu
dilakukan :
1. Rencanakan “batu besar”-mu, yaitu hal-hal penting yang
akan kamu lakukan. Jangan terlalu banyak, fokuskan hal yang dapat kamu
selesaikan, realistis dan susun agar tidak lebih dari sepuluh atau lima belas.
2. Jadwalkan waktu untuk “batu besar” tersebut. Hal ini
penting karena apabila kamu tidak menjadwalkannya, ada kemungkinan waktumu
tersita pada hal-hal yang lain yang kurang penting.
3. Jadwalkan segala hal lainnya. Setelah batu besar
terjadwal, jadwalkan hal lain yang kamu inginkan.
Apabila sudah selesai, laksanakan, dan mungkin kamu juga
perlu sekali-sekali menyusun kembali agenda itu agar lebih terarah.
Kebiasaan 3 selanjutnya adalah mengatasi ketakutan dan
tekanan sesama. Seseorang memiliki wilayah aman yang seringkali sulit untuk
ditinggalkan. Wilayah aman itu bebas risiko, mudah dan tidak membutuhkan upaya
ekstra. Sebaliknya, ada wilayah berani yang mencakup petualangan, risiko dan
tantangan. Segala yang membuatmu tidak nyaman ada di sini. Dengan memasuki
wilayah berani kita, hidup tidak akan membosankan, dan kita mendapatkan
pengalaman baru. Apabila kita tidak pernah masuk ke dalam wilayah ini, suatu
saat ketakutan kita akan membuat keputusan untuk kita. Pernahkah kita gagal
menjadi ketua OSIS karena takut berbicara di depan umum, atau takut berkenalan
dengan gadis yang kamu suka, atau takut masuk tim basket karena takut bersaing?
Karena ketakutan maka kamu kehilangan kesempatan menjadi ketua OSIS, berkenalan
dengan gadis mu, dan gagal menjadi olahragawan.
Dalam memasuki wilayah berani ini, bukan orang lain yang
harus kamu perhatikan, akan tetapi kamu harus menaklukan dirimu sendiri dan
mencapai keberanian yang kamu perlukan. Jangan pedulikan orang lain, yang
penting kamu telah berhasil menaklukan dirimu sendiri. Yang terpenting adalah
“Menang itu tidak lebih dari bangkit lagi setiap kamu gagal”.
Pujangga Robert Frost menulis, “Ada dua jalan di hutan,
dan aku pilih jalan yang lebih jarang dilalui orang, dan itulah yang membuat
perbedaan”. Dalam menghadapi tekanan negatif sesamamu yang menyuruhmu melakukan
hal yang tidak kamu inginkan, kamu harus mengeluarkan seluruh keberanianmu.
Kamu harus berani mengambil sikap untuk menolaknya. Akan tetapi tidak semua
tekanan itu buruk, karena apabila kamu mendapatkan tekanan positif dari
temanmu, kamu malah harus mengikutinya untuk menjadi lebih baik.
Mendahulukan hal-hal yang utama ini membutuhkan disiplin,
disiplin untuk mengatur waktu, disiplin untuk mengatasi ketakutanmu, disiplin
untuk menguatkan hatimu di saat-saat sulit dan menolak tekanan sesama. Menjadi
orang sukses tidaklah mudah, karena kamu perlu menjalani hal-hal yang mungkin
kamu benci. Apakah kamu pikir pemain piano menikmati latihan selama berjam-jam,
atau seorang juara kelas senang belajar sampai larut malam agar dapat nilai
yang bagus? Semua hal yang ingin kita capai memiliki harga masing-masing,
karena itu hitunglah harganya sebelum kamu melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar