Minggu, 13 Maret 2016

 HABITS 2
Merujuk pada tujuan akhirmu

Mulailah dengan mengingat – ingat tujuan akhirmu, terkadang kita tidak sadar tetapi pasti selalu kita lakukan.  Buatlah catatan – catatan yang akan merujuk pada tujuan akhir, karena itu akan selalu membantumu mengingat akan tujuan akhirmu.  Jadi mulailah dari sekarang INGAT  akan tujuan akhirmu, isitilahnya adalah jangan perdulikan apa – apa yang akan mengahambat tujuan akhirmu.

Bagaimana dengan teman? Ya, pilihlah teman yang akan membawamu kepada arah yang lebih baik, karena banyak teman yang akan membawamu kepada ketersesatan.  Bila kita ingin mendapatakan penghidupan yang lebih baik maka keluarlah dari zona nyaman yang anda singgahi sekarang.  Jika seorang yang “sakit” disatukan atau dipertemukan dengam orang yang “sakit” pula, maka tidak akan ada kebaikan yang timbul dari keduanya.  Terkadang lebih baik tidak memiliki teman daripada harus menanggung akibat dari berteman yang pertemanannya tidak sehat.

Bagaiamana dengan seks? Biacara tentang keputusan penting dengan ganjaran yang sedemikian besar! Ini adalah sesuatu yang sangat riskan bila dilihat lebih mendalam.  Karena banyaka anak muda yang terjerumus dalam hal ini, karena tidak berfikir lebih dalam lagi dampak yang ditimbulkan dari hal ini.  Tidak merujuk pada tujuan akhir, dampak yang ditimbulkan sangat signifikan atau sangat berperngaruh pada kehidupan ini.

Lalu kesimpulan dari bahasan ini adalah, Segalanya diciptakan dua kali – pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu, keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih dulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan menjalani kehidupannya hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau organisasi. Pernyataaan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinan.




ini adalah foto yang diambil kira - kira pada tahun 60 an.  Ini adalah foto keluarga besar saya, ketika saya melihat foto ini, saya akan kembali mengingat tujuan akhir saya.  Karena foto ini mengingatkan kepada tujuan akhir kakek saya sendiri.  Bukan dilihat dari foto itu sendiri, melainkan pesan dari foto itu.  Banyak sekali pesan dalam foto itu yang disampaikan, jadi saya berpesan kepada pembaca blog ini bahwa apa - apa yang membuat anda kembali mengingat tujuan akhir anda maka lanjutkanlah hal tersesbut.  Karena hal tersebut akan membawa anda kembali ke "masa tujuan".








Tidak ada komentar:

Posting Komentar