Sabtu, 14 Januari 2017

Profesionalisme Dalam Kantor




PENDAHULUAN
Perusahaan merupakan suatu bentuk organisasi formal dan merupakan wadah dimana sistem kerjasama dilakukan dalam melaksanakan berbagai aktivitas sebagai upaya untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Banyak faktor yang yang mempengaruhi upaya untuk mencapai tujuan dari suatu perusahaan. Faktor-faktor tersebut adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.

Operasional kantor yang profesional  sangat dibutuhkan oleh semua bentuk organisasi baik perusahaan, instansi pemerintah ataupun badan usaha lainnya. Dalam Operasional kantor, semua pelaksanaan kegiatan kantor tidak terlepas dari penerapan fungsi-fungsi manajemen. Tanpa adanya penerapan manajemen perkantoran yang baik, maka tidak mungkin usaha yang dijalankan oleh badan usaha tersebut dapat mengalami perkembangan kearah yang lebih maju.

Oleh karena itu, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, menuntut manusia untuk bertindak semakin lebih cepat dan tepat dengan memperhatikan efisiensi di segala bidang, sebab perkembangan teknologi akan menuntut suatu organisasi harus bekerja secara profesional. Sulit sekali bagi suatu perusahaan untuk mencapai sukses tanpa pelaksanaan manajemen perkantoran secara efektif. Manajemen perkantoran sangat penting untuk menunjukkan cara bagaimana menuju kearah pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik, yaitu dengan mengurangi hambatan-hambatan yang mungkin terdapat pada suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Luas sempitnya pekerjaan kantor berfungsi memberi fasilitas kepada pelaksana tugas pokok suatu instansi atau perusahaan, melayani, dan memudahkan koordinasi terhadap kegiatan-kegiatan pokok. Pekerjaan kantor mempunyai peranan dalam kehidupan dan perkembangan organisasi. Sebagai suatu keseluruhan, karena fungsinya sebagai pusat ingatan, pusat kegiatan, dan sumber dokumen. Dalam menyelenggarakan kegiatan, perlu adanya pencatatan yang cermat dan pengelolaan arsip secara tertib guna penilaian atau penyusunan program pengembangan lebih lanjut. 












Pengertian Kantor


Apa itu kantor? Yang dimaksud dengan Kantor adalah jika secara etimologis istilah Kantor berasal dari bahasa Belanda yaitu Kantoor yang artinya ruangan tempat bekerja, tempat instansi dan lain-lain. Lalu jika dalam bahasa Inggris berasal dari kata Office yang artinya tempat untuk memberikan pelayanan, ruang tempat bekerja ataupun posisi. Pengertian tentang kantor dibagi kedalam dua bagian yang diantaranya arti secara dinamis dan secara statis.
Arti kantor secara dinamis yaitu merupakan proses-proses dalam penyelenggaraan kegiatan seperti pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan maupun pendistribusian data. Jadi jika dalam arti sempit imerupakan tempat untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan administrasi atau tata usaha.

Menurut Sedarmayanti (2009:1-2) pada setiap organisasi, baik pemerintah maupun swasta, dalam rangka mencapi tujuan secara berhasil diperlukan adanya pembagian kerja, pelimpahan wewenang, sampai kepada rincian tugas masing-masing pihak yang terlibat dalam organisasi tersebut. Disamping itu, dalam suatu organisasi harus ditetapkan pula kaitan kerjasama antara satu aspek dengan aspek lainnya, untuk dijadikan pegangan bagi para pelaksana, agar pelaksanaannya dapat dilakukan secara sistematis. Guna mencapai hal tersebut, diperlukan seorang  pimpinan yang dapat memimpin kelompok orang-orang yang tergabung dalam organisasi agar kegiatan dalam bekerjasama tujuan dapat terarah dan jelas. Selain itu, gerak dan dinamika suatu organisasi tidak dapat lepas hubungannya dengan kegiatan organisasi lain serta lingkungannya. Oleh sebab itu salah satu kebutuhan dalam rangka mencapai tujuan organisasi adalah kebutuhan akan tersediannya informasi. 

Dewasa ini, kedudukan dan peranan kantor berkembang dengan pesat dan sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuannya, demikian juga fungsi dan tanggung jawab seorang pimpinan dalam suatu kantor. Secara umum, kantor dapat diartikan sebagai tempat dimana dilakukan berbagai kegiatan pelaksanaan organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Akan tetapi dengan perkembangan pesat dewasa ini, kantor mempusat kegiatan penyediaan informasi guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan disegala bidang. Berdasarkan hal tersebut, maka lebih lanjut dapat dijelaskan bahwa kantor adalah tempat diselengarakannya kegiatan menangani informasi dan proses menangani informasi mulai dari menerima, mengumpulkan, menyimpan sampai menyalurkan/mendistribusikan informasi.







Fungsi Kantor
Menurut Denyer dalam Sedarmayanti (2009:3-4) fungsi kantor adalah untuk memberikan pelayanan komuniaksi dan warkat yang secara rinci adalah :
a.   Untuk menerima keterangan (misalnya: surat-surat, harga, kutipan, dan sebagainya).
b.   Untuk mencatat keterangan (misalnya: persediaan, harga, dan catatan-catatan kepegawaian)
c. Untuk menyusun keterangan (misalnya: faktur-faktur penjualan, perkiraan-perkiraan dan sebagainya.
d. Untuk memberi keterangan (misalnya : faktur-faktur penjualan, perkiraan-perkiraan dan sebagainya).
e.   Untuk menjamin aktiva-aktiva (misalnya: pemeliharaan uang tunai, persediaan dan sebagainya.


Sementara itu,menurut Sedarmayanti (2009:4) kantor mempunyai fungsi antara lain :
a. Sebagai alat penyambung panca indera bagi pimpinan.
b. Membantu pimpinan dalam perumusan pekerjaan.
c.  Membantu pimpinan dalam penyederhanaan sistem manajemen prosedur dan metoda kerja.
d.  Membantu pimpinan dalam pelaksanaan kegiatan mencapai tujuan dan melaksanakan kegiatan mencapai tujuan organisasi yang berdaya guna.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah kantor merupakan tempat kegiatan catat-mencatat suatu organisasi dalam mencapai suatu tujuannya. (Sedarmayanti : 2009) 
Hakekat Pekerjaan Kantor
Menurut Sedarmayanti (2009:4-5) hakekat pekerjaan kantor dapat dibagi menjadi sebagai berikut :
1.      Mengumpulkan atau menghitung keterangan
Yaitu kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan dimana-mana, menjadi keterangan yang siap dipergunakan bilamana diperlukan.

2.      Mencatat Keterangan
Yaitu kegiatan membubuhkan keterangan dengan aberbagai macam peralatan sesuai dengan perkembangan teknologi modern dan kebutuhan, keterangan yang diperlukan sehinggawujud keterangan dapat langsung siap pakai.

3.      Mengolah keterangan
Yaitu bermacam-macam kegiatan mengerjakan keterangan dengan maksud menyajikannya dalam bentuk yang lebih berguna.

4.      Menggandakan keterangan
Yaitu kegiatan memperbanyak keterangan dengan berbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan.

5.      Mengirim keterangan
Yaitu kegiatan menyampaikan keterangan dengan berbagai cara dan alat dari satu pihak kepada pihak lain.

6.      Menyimpan keterangan
Yaitu kegiatan menaruh atau meletakkan keterangan dengan berbagai cara dan alat ditempat tertentu sehingga lebih teratur, sistematis dan aman.

Ruang Lingkup Pekerjaan Kantor
Menurut Sedarmayanti (2009:6) ruang lingkup pekerjaan kantor dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
1. Luas sempitnya ruang lingkup tugas pokok kantor bersangkutan. Perusahaan yang besar dan luas jangkauannya, memerlukan lebih banyak informasi yang harus ditangani dari pada perusahaan yang sempit lingkup usahanya.
2. Sifat atau jenis usaha suatu kantor. 

Menurut Sedarmayanti (2009:7) pekerjaan kantor tidak identik dengan pekerjaan tulis menulis ataupun ketatausahaan, tetapi dalam pelaksanaan pekerjaan kantor, dapat berupa:
1. Pekerjaan tulis menulis.
2. Ketatausahaan.
3. Ketatausahaan ditambah dengan kegiatan.


Sedangkan Menurut William H. Leffingwell dan Edwin M Robinson dalam Sedarmayanti (2009:7) pekerjaan kantor meliputi :
1. Menerima, mengirim, dan mengangkut pesanan-pesanan.
2. Membuat rekening.
3. Surat menyurat, mendikte, mengetik.
4. Menyimpan warkat.
5.Menyampaikan hutang dan mengumpulkan perhitungan-perhitungan yang belum diselesaikan.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan ruang lingkup  pekerjaan kantor meliputi kegiatan catat-mencatat, ketatusahaan, surat-menyurat yang dilakukan dalam suatu organisasi (Sedarmayanti: 2009, William H.Leffingwell dan Edwin M Robinson dalam Sedarmayanti: 2009).






Kegiatan Kantor
Menurut Laksmi, dll. (2008:87) kegiatan perkantoran terdiri dari :

1. Mengelola data dan informasi kantor 
Bagian ini menjelaskan tentang mengelola data kantor, yaitu catatan dan laporan kantor, surat dan alur korespondensinya, serta formulis kantor. Data kantor yang lain, yaitu arsip.


2. Catatan dan Laporan Kantor 

Pengertian catatan kantor adalah laporan tertulis mengenai fakta-fakta atau kejadian-kejadian untuk disimpan. Dengan demikian, catatan kantor bisa disebut sebagai data dan digunakan pada setiap fase kegiatan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan. Jenis catatan kantor yang utama dan yang umumnya dikantor adalah :
a. Catatan-catatan mengenai personalia (personal records). Catatan ini berisi catatan mengenai nama, alamat, usia, status, perkawinan, kebangsaan, pendidikan, dan pengalaman kerja.

b.Catatan-catatan mengenai produksi (productions records). Catatan ini berisi memuat jumlah produk yang dihasilkan dan yang diafkir, jenis bahan, dan jenis mesin.

c. Catatan-catatan mengenai inventaris (inventory records) catatan ini memuat daftar nama dan jumlah artikel dalam persediaan, dan kondisi fisik : ukuran, gaya, lokasi.

d. Catatan-catatan mengenai penjualan (sales records). Catatan ini berisi nama, jumlah dan harga artikel yang dijual, daerah penjualan, alat distribusi.

e. Catatan-catatan mengenai finansial (finansial records). Catatan ini berisi catatan isu-isu mengenai syarat kredit, tanggall pembayaran, jumlah uang yang harus di tagih, data gaji/upah yng harus dibayar, dan kartu waktu (time clock, cards).

Jenis – Jenis Pekerjaan Kantor
Safitri, N.R. (2013) Jenis-jenis kantor terdiri dari :
a. Menghimpun
Contoh: mengumpulkan data, mencari informasi, membuat kliping, serta mengumpulkan berita dan menyusunnya.
b.  Mencatat
Contoh: membuat surat, notula, mencatat kegiatan, dan membuat tulisan di berbagai media
c.  Menggandakan
Contoh: foto kopi, mencetak informasi dengan printer atau risograph
d.  Mengirim
Mengirim surat lewat pos, faksimile, email dan mendistribusikan informasi
e.  Menyimpan
Contoh: menyimpan surat/arsip, menyimpan data/informasi ke komputer dan menyusun buku di perpustakaan
f.  Melakukan komunikasi
Contoh: bertelepon, korespondensi, chatting dan teleconference
g.  Menghitung
Contoh:  menghitung  data  penjualan,  keuangan,  dan  jumlah  sarana  dan prasarana
h.  Pekerjaan lainnya
Contoh: pelayanan tamu, kurir dan petugas kebersihan kantor

Pengertian Operasional

Operasional berasal dari kata operasi yang mempunyai arti menurut Subagyo dalam Sentika (2014) ialah “Kegiatan untuk mengubah bentuk untuk menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari suatu barang atau jasa”.
Pengertian manajemen operasional menurut Richard L. Daft dalam Sentika (2014) adalah  ”Bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang, serta menggunakan alat-alat dan tekhnik-tekhnik khusus untuk memecahkan masalah-masalah produksi.” Menurut Abrams & Laplante (2010)operasional ialah aspek yang penting karena tanpanya, maka tidak ada yang bisa anda kerjakan. 
Jadi,operasional merupakan suatu kegiatan atau berupa teknik-teknik di bidang manajemen untuk menciptakan suatu barang atau manfaat baru. (Subagyo dalam Sentika: 2014, Richard L. Daft dalam Santika: 2014).

Sistem Operasional di Perkantoran
Menurut Laksmi, dll. (2008:53) definisi sistem perkantoran adalah urutan baku operasi-operasi dalam suatu kegiatan perusahaan yang khas (pembayaran upah, pembuatan faktur penjualan, dll) dan berkenaan dengan bagaimana operasi-operasi itu dilaksanakan, dimana dan bilamana dilaksanakan. Sistem perkantoran dilakukan dengan langkah dan cara tertentu, yang berbeda-.beda disetiap kantor. Langkah tersebut disebut prosedur. Prosedur perkantoran adalah suatu rangkaian langkah kerja klerikal (ketatausahaan) yang saling bertalian, biasanya dilaksanakan oleh lebih dari satu orang. Prosedur diterima sebagai suatu cara yang tetap dalam menjalankan suatu tahap aktivitas perkantoran yang penting dan menyeluruh.


Komponen – Komponen Pembentuk Manajemen Operasional

Sentika (2014) komponen – komponen manajemen operasional terdiri dari:

1. Aktivitas manajemen
Kita dapat menggunakan pengertian yang lebih praktis dari manajemen yaitusiklus kegiatan merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melakukan perbaikan.Pengertian umum manajemen yang mengandung kegiatan merencanakan,mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengendalikan lebih tepat jika digunakan dalamkonteks organisasi secara menyeluruh.

Input - Proses - Output
Proses pasti memiliki input dan output. Input dalapat berupa material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang, waktu atau sumber daya lainnya. Outputmerupakan hasil dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dariinput yang diterima. Proses dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada inputyang diterima. Terlepas apakah hasil aktivitas evaluasi terhadap proses menyatakan baikatau tidak, adanya indikator proses dapat menjadi pemicu aktivitas perbaikan. Hasilnya diharapkan setiap proses dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan/atau lebih aman.


2. Indikator Proses
Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri: Quality, Cost, Delivery (responsif), dan Safety. Quality menyatakan kualitas yang dapat diterjemahkan sebagai upaya membuat produk dengan lebih baik dari kondisi sebelumnya atau lebih baik dalam pemenuhan spesifikasi. Cost menyatakan ukuran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu proses. Suatu proses makin baik bila memerlukan biaya lebih murahdengan output yang sama. Delivery/responsif menyatakan kecepatan perusahaan mengantarkan barang dan jasanya kepada pelanggan. Suatu proses makin baik jika dapat melakukannya lebih cepat. Termasuk ke dalam pengertian responsif adalah fleksibilitas perusahaan dalam membuat barang dan jasa yang dibutuhkan pelanggan. Safety menyatakan tingkat keamanan dan keselamatan kerja bagi karyawan dan belakangan diperluas hingga keamanan dampak proses bagi lingkungan. Proses yang lebih aman harus terus diupayakan dalam perbaikan proses.

3. Efisiensi dan Efektivitas 
Efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam suatu proses.Semakin hemat/sedikit penggunaan sumber daya, maka prosesnya dikatakan semakinefisien. Proses yang efisien ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murah dan lebih cepat. Efektivitas adalah ukuran tingkat pemenuhan output atau tujuan proses. Semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif. Proses yang efektif ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baikdan lebih aman. 

Tanggung Jawab Manajer Operasi
1. Menghasilkan barang dan jasa.
2. Mengambil keputusan yang berkaitan dengan fungsi operasi dan sistem transformasi.
3. Mengkaji pengambilan keputusan dari suatu fungsi operasi.
Fungsi Produksi Dan Operasi                  
1. Proses produksi dan operasi.
2. Jasa-jasa penunjang pelayanan produksi.
3. Perencanaan
4. Pengendalian dan pengawasan.


Pengertian Profesional
Menurut Lysa Anggraeni dalam Dilihatya (2014). Profesional adalah sautu tuntutan bagi seseorang yang sedang mengemban amanahnya agar memperoleh proses dan hasil yang optimal. Sedangkan menurut Roy Suryo dalam Dilihatya (2014). Profesional adalah seseorang yang mendapat pengakuan dari seorang pelaku, bukan pengakuan publik atau lembaga terkait.

Tidak jauh berbeda, Hary Suwanda dalam Dilihatya (2014) mengatakan Profesional adalah seseorang yang ahli dibidangnya dan mengandalkan keahliannya dalam mata pencahariannya.

Jika kita lihat dalam Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia, karangan J.S. Badudu (2003), definisi profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang profesional. Sementara kata profesional sendiri berarti (1) bersifat profesi (2) memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan latihan, (3) beroleh bayaran karena keahliannya itu. Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa profesionalisme memiliki dua kriteria pokok, yaitu keahlian dan pendapatan (bayaran). Kedua hal itu merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan. Artinya seseorang dapat dikatakan memiliki profesionalisme manakala memiliki dua hal pokok tersebut, yaitu keahlian (kompetensi) yang layak sesuai bidang tugasnya dan pendapatan yang layak sesuai kebutuhan hidupnya. Hal itu berlaku pula untuk profesionalisme guru. Profesional juga merupakan seseorang yang memiliki keahlian dalam suatu bidang dengan menguasai secara dalam , yang diakui oleh banyak orang sehingga dia mendapatkan amanah untuk mengemban keahlian tersebut (Lysa dalam Dilihatya: 2014,  Roy Suryo dalam Dilihatya: 2014, Hary Suwanda dalam Dilihatya (2014), dan Tanri Abeng dalam Dilihatya: 2014).

Operasional Kantor yang Profesional

            Profesionalisme suatu operasional kantor dapat dilihat dari staf dan orang-orang yang berkerja dalam suatu kantor. Orang-orang yang berkerja di dalamnya juga harus memiliki profesionalisme dalam melakukan kegiatan operasional.Jika hal tersebut berjalan dengan baik, maka kantor tersebut dapat dikatakan profesional. Mangkuprawira&Hubeis(2007) mengatakan profesional diartikan sebagai ciri-ciri kekuatan yang dimiliki seseorang berupa keahlian, kompetensi, kerja efisien, keterampilan, kualifaid-pandai, berpengalaman, dan sifat  mengagumkan.  Dalam konteks SDM,  manajemen profesionaladalah pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut dalam pengembangan mutu SDM secara profesional. Lawannya adalah manajemen amatiran yang ciri-cirinya bertentangan dengan ciri-ciri manajemen profesional. 
Menurut Mangkuprawira & Hubeis (2007), ciri-ciri manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM dapat dilihat dari sisi operasional dan  manajerial yakni:
1)        Berbudaya korporat: transparansi, independensi,  responsif, akuntabilitas, dan kejujuran.
2)        Dukungan manajemen puncak.
3)        Bermanfaat untuk kepentingan internal dan juga eksternal organisasi.
4)        Berorientasi   ke masa depan dengan pendekatan holistik.
5)        Berdimensi jangka panjang dan bersinambung.
6)        Sistem nilai-prinsip efisiensi dan efektivitas.
7)        Dilakukan secara terencana/terprogram.
8)        Monitoring dan evaluasi serta umpan balik.
9)        Dilakukan oleh pelaku dan tentunya pimpinan unit yang memiliki:
 a. Kompetensi atau keakhlian dan pengalaman panjang di bidangnya.
b. Sifat haus pada tantangan-tantangan.
c. Sikap dan ketrampilan inovatif, kreatif, inisiatif dan efisien.
d. Integritas tinggi.
e. Sifat menghargai profesi lain.
f. Sifat yang selalu siap menghadapi setiap resiko.
g. Bertanggungjawab atas setiap kata dan perbuatannya.
10)    Penggunaan teknologi tepatguna.
11)    Kepemimpinan dalam membangun komitmen.
12)    Partisipasi aktif semua anggota.
13)    Kerjasama Tim.
14)   Pemberian penghargaan pada tiap karyawan yang berprestasi (kompensasi termasuk peluang pendidikan-pelatihan lanjutan dan promosi karir).
15)   Persuasi pada karyawan yang kurang berprestasi untuk menjadi yang terbaik melalui konsultasi-bimbingan dan pendidikan-pelatihan bersinambung. 

Staf Profesional
Menurut Abdurokhman (2014) Staf professional berarti orang yang mampu bekerja dan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan atasan dengan tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran, dengan menggunakan keahlian dan ketrampilan yang dimilikinya sehingga dapat memperingan tugas pimpinan. Staf yang professional sangat diperlukan dalam membantu pimpinan agar tugas pekerjaan pada setiap organisasi atau di dalam kantor dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Pentingnya Staf dalam Organisasi

1. Kompleksitas pekerjaan pimpinan
Pekerjaan seorang pimpinan dalam suatu organisasi merupakan pekerjaan yang besar dan banyak menyita waktu.Tugas pokok setiap pimpinan pada organisasi adalah terwujudnya pencapaian tujuan organisasi yang dipimpinnya. Tujuan tersebut dapat dikelompokkan menurut tingkatannya, yaitu: Tujuan Stratejik (Strategic Goal), Tujuan Operatif(Operative Goal) dan tujuan/sasaran operasional (Operational Objective). Pencapaian tujuan-tujuan tersebut menjadi tugas dari setiap pimpinan sesuai dengan jenjangnya. Pimpinan Tingkat Atas(Top Manager) atau Eksekutif mempunyai tanggung jawab dalam pencapaian tujuan stratejik, Pimpinan Madya (Middle Manager) atau manajer untuk pencapaian tujuan operatif dan Pimpinan Pelaksana (Lower Manager) atau Supervisor untuk pencapaian sasaran operasional.
Perkembangan dunia yang penuh perubahan diperkirakan menyebabkan pelaksanaan tugas pimpinan semakin kompleks. Kompleksitas pelaksanaan tugas pimpinan tersebut semakin tinggi dengan berkembangnya organisasi modern yang ciri-cirinya menurut Siagian (1996) antara lain adalah:

a. Bentuk dan strukturnya semakin kompleks.Semakin berkembangnya suatu perusahaan maka perusahaan akan memiliki lebih banyak pekerja dan tugas yang harus dilakukan,sehingga bentuk dan struktur suatu perusahaan akan semakin kompleks.
b. Semakin besar organisasi,maka biaya yang dikeluarkan akan semakin besar. Semakin rumit dan beraneka ragamnya alat-alat serta sarana yang dipergunakan di dalam dan oleh organisasiyang bersangkutan;
d. Semakin cepatnya   pengolahan   data   cara   bekerja  akibat   pengaruh kemajuan  yang  diperoleh  dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Contohnya saja fasilitas internet yang memudahkan semua orang dalam berkomunikasi antar tempat, Negara , bahkan benua.
e. Semakin terbatasnya sumber-sumber yang dapat digali dan dimanfaatkan;
f. Semakin perlunya orientasi kepada efisiensi.Modernisasi memacu setiap perusahaan untuk bergerak secara cepat dan efisien. Untuk itu, setiap pekerjaan harus dilakukan dengan efektif dan efisien.
g.  Semakin meningkatnya kesadaran bahwa sebenarnya manusialah yang akan menentukan berhasil tidaknya organisasi mencapai tujuan.

2. Pentingnya Staf Sebagai Pembantu Pimpinan
Salah satu prinsip dalam manajemen modern adalah berorientasi pada pencapaian tujuan. Hasil kerja seorang pimpinan akan dapat dinilai dari kemampuannya dalam mewujudkan tujuan atau sasaran yang telah direncanakan. Dalam pencapaian tujuan dan sasaran tersebut seringkali dijumpai berbagai masalah salah satunya adalah ketidaksesuaian antara kenyataan dengan rencana yang telah dibuat. Oleh karena itu, staf sangat diharapkan sebagai pembantu pimpinan dalam memberikan bantuan berupa pikiran dan tenaga yang dapat membantu dalam mencapai tujuan perusahaan.Artinya peranan staf sangat penting dan mementukan dalam pelaksanaan tugas pimpinan mencapai keberhasilan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Bantuan yang dapat diberikan oleh staf antara lain adalah:
a.  Pengumpulan dan analisis data. Data merupakan salah satu sumber penting dalam sebuah perusahaan.Data dapat dikumpulkan maupun dianalisis sesuai dengan prosedur yang berlaku. Staf dapat melakukan pengumpulan dan menganalisis data.
b.  Pemberian rekomendasi/alternatif tindakan. Tidak jarang, perusahaan mengalami suatu kondisi yang memiliki pertimbangan sulit dalam menentukan keputusan. Staf dapat membantu memberi rekomendasi atau alternative tindakan saat mengalami kondisi tersebut.
c.  Sosialisasi kebijaksanaan pimpinan. Mensosialisasi kebijaksanaan pimpinan mungkin mudah dilakukan pada perushaan yang masih berskala kecil. Namun, hal tersebut agak sulit dilakukan dalam perusahaan yang sudah berskala besar. Staf dapat membantu melakukan sosialiasi kebijaksanaan pimpinan pada staf atau bawahan lain yang bersangkutan.
d.  Persiapan rencana dan pelaksanaannya. Staf dapat membantu pimpinan dalam hal perencanaan dan pelaksanaan untuk kelangsungan perusahaan.
e.  Pemantauan dan evaluasi kegiatan operasional.Kegiatan-kegiatan yang bersifat operasional dapat dievaluasi dan dipantau oleh staf. Sedangkan kegiatan-legiatan yang bersifat managerial dapat dipantau langsung oleh pimpinan.

Inti yang dapat disimpulkan adalah staf professional adalah setiap orang yang bekerja pada suatu perusahaan (kantor) dan mampu melaksanakan setiap perintah atau tugas yang diberikan atasan dengan tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran dengan menggunakan keterampilan dan kemampuan  yang dimiliki sehingga dapat memperingan tugas pimpinan. Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut diperlukan kreatifitas kemandirian, dan kedisiplinan yang tinggi sehingga setiap tugas yang diberikan bisa dikerjakan dengan baik tanpa harus bergantung pada pimpinan. 

Untuk menjadi staf profesional dibutuhkan dedikasi tinggi, dan kepedulian untuk melaksanakan tugas rutin yang terkesan membosankan menjadi pekerjaan yang menarik. Perlu ditegaskan bahwa peran staf adalah membantu pimpinan; membantu  memperlancar berbagai aspek administratif dan teknis kantor maupun aktivitas rutin yang menyangkut tugaskantor sehingga pimpinan bisa berkonsentrasi pada fungsi manajerial/kepemimpinannya.











kesimpulan
Kantor  memiliki banyak fungsi yang diantarannya adalah pencatatan, penyusunan dan yang lainnya.Kegiatan kantor memiliki beberapa jenis seperti menghimpun, mencatat dan jenis lainnya. Operasional adalah bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang, serta menggunakan alat-alat dan tekhnik-tekhnik khusus untuk memecahkan masalah-masalah produksi.  

Adapun komponen dari operasional kantor adalah Indikator Proses, Aktivitas manajemen, Efisiensi dan Efektivitas. Sedangkan professional adalah sautu tuntutan bagi seseorang yang sedang mengemban amanahnya agar memperoleh proses dan hasil yang optimal.  Jadi dapat disimpulkan Profesionalisme suatu operasional kantor dapat dilihat dari staf dan orang-orang yang berkerja dalam suatu kantor. Orang-orang yang berkerja di dalamnya juga harus memiliki profesionalisme dalam melakukan kegiatan operasional.

Jika hal tersebut berjalan dengan baik, maka kantor tersebut dapat dikatakan profesional. Salah satunya dapat dilihat dari staf yang professional.Adapun pengertian staf yang professional adalah Staf professional berarti orang yang mampu bekerja dan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan atasan dengan tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran, dengan menggunakan keahlian dan ketrampilan yang dimilikinya sehingga dapat memperingan tugas pimpinan.



Daftar Pustaka

Abdurokhman. (2014). Kiat Menjadi Staf Profesional.Banyumas.
Abrams, R., & LaPlante, A. (2010). Passion to Profits.(Kusnandar, Trans.) Jakarta: Azkia Publlisher.
Dilihatya. (2014). Pengertian Profesional Menurut Para Ahli.http://dilihatya.com/2348/pengertian-profesional-menurut-para-ahli. Diakses Pada Tanggal: 10 Juni 2015 (23.30).
J.S Badudu.(2003).Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia.Jakarta :Kompas
Laksmi, dll. (2008). Manajemen Perkantoran Modern. Jakarta:Penaku.
Mangkuprawira, S., & Hubeis, A. V. (2007).Manajemen Mutu SDM. PT Ghalia Indonesia.
Safitri, N.R. (2013). Pengertian, Fungsi, Jenis dan Ciri Pekerjaan Kantor.http://risdans.blogspot.com/2013/11/pengertianfungsijenis-jenis-dan-ciri.htmlDiakses pada tanggal : 10 Juni 2015 (22:20)
Sedarmayanti.(2009). Dasar-dasar Pengetahuan tentang Manajemen Kantor. Bandung:CV.Mandar Maju.
Sentika, Sarah. (2014). Jurnal Manajemen Operasional. Bandung.http://www.academia.edu/9593131/Jurnal_Manajemem_Operasional. Diakses pada tanggal : 10 Juni 2015 (23:05)

Sondang P.Siagian,(1996).Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta :Bumi Aksara

Minggu, 13 Maret 2016

HABITS 7 

WUJUDKAN SINERGI

Latihan dari kebiasaan-kebiasaan yang lain telah mempersiapkan kita
untuk bersinergi. Sinergi bermakna keseluruhan adalah lebih besar dari pada jumlah setiap
bagiannya. Suatu hubungan yang mana bagian-bagian yang memiliki
setiap bagian lainnya adalah suatu bagian yang ada di dalamnya dan
merupakan dirinya sendiri - bagian yang besar wewenangnya, menyatu
dan menggairahkan.

Intisari dari sinergi adalah perbedaan nilai-nilai - dengan menghormatinya,
membangun kekuatan, dan mengkompensasikan kelemahan.
Jalan untuk menacapai sinergi melalui proses kreatif, yang bisa menakutkan,
karena kamu tidak pernah tahu kemana proses kreatif akan membawamu.

Komunikasi Sinergis
Komunikasi sinergis adalah membuka pikiran dan hatimu menuju kemungkinan
baru. Sepertinya mirip kamu melepaskan bisikan “memulai
awal di pikiran”, tetapi nyatanya dipenuhi oleh sasaran dan penemuan
yang lebih baik.

Sebagian besar ikhtiar kreatif adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksikan,
dan jika bukan karena orang-orang memiliki toleransi yang tinggi
terhadap ambiguitas (tak tetap azas) dan mengambil rasa amanya dari
nilai integritas dan kedalaman jiwa, mereka akan menemukan hal yang
tidak menyenangkan untuk bergabung dalam perusahaan dengan kreativitas tinggi.

Butuh waktu untuk benar-benar menyusun tim, membuat catatan bank
emosi, agar kelompok bisa menjadi rajutan yang rapat. Rasa hormat diantara
anggota bisa menjadi tinggi jika ada ketidak-setujuan, bisa menjadi
upaya-upaya murni untuk saling memahami.

Kepercayaan tinggi akan menuntun kepada komunikasi dan kerjasama
yang tinggi. Titik kemajuan komunikasi adalah bertahan (menang atau
kalah/menang), penuh pernghormatan (kompromi), sinergis (menang/
menang). Komunikasi sinergis harus dicapai untuk mengembangkan
kemungkinan kreatif, termasuk penyelesaian yang lebih baik daripada
proposal aslinya. Jika sinergi tidak tercapai, kadang upaya selalu berhasil
dalam kompromi yang lebih baik.

Sinergi dalam Ruang Kelas
Suatu kelas sinergis bergerak dari suatu lingkungan yang tenang ke
keadaan ber-ungkapan pendapat (brainstorming). Spirit evaluasi menjadi
bawahannya spirit jejaring kreativitas, angan-angan dan intelektual. Kemudian
kelas sepenuhnya ditransformasikan dengan kegairahan dari arah
baru. Ini bukan terbang dengan khayalan, namun hal pokok.
Di waktu lain, pada suatu kelas mungkin dikenalkan bentuk sinergi, namun
didorong menuju kekacauan. Sinergi membutuhkan persenyawaan
yang benar dan kedewasaan emosi dalam kelompok untuk berkembang.

Sinergis dalam Bisnis
Kegairahan bisa menggantikan pertukaran dengan rasa hormat dan ego
perang. Namun pengalaman sinergis secara khusus jarang bisa dibuat.
Lebih sering, pengalaman baru harus dicari.
Dengan membuat pernyataan misi sinergis, hal yang terukir di hati dan
pikiran partisipan.

Memancing untuk Alternatif Ketiga
Jalan “tengah” mungkin tidak bisa dikompromikan, namun ada alternatif
ketiga, bagaikan puncak suatu segitiga.
Dengan pencarian bersama untuk mengerti dan dimengerti, partisipan
mengumpulkan keinginannya. Mereka bekerja sama pada sisi yang sama
untuk membuat alternatif ketiga, untuk mempertemukan kebutuhan setiap orang.
Malahan dari suatu transaksi, bisa menjadi transformasi. Setiap partisipan
mengambil apa yang mereka inginkan, dan mereka membangun
hubungannya dalam suatu proses.

Sinergi Negatif
Pendekatan menang/kalah yang bisa menghasilkan pengeluaran energi
negatif. Ini seperti mencoba menyetir dengan kaki satu di pedal gas, yang
lain di pedal rem. Malahan jika menekan rem, banyak orang memberikan
gas. Mereka akan memberikan tekanan lebih banyak untuk menguatkan
posisi mereka, membuat lebih banyak perlawanan. Kontras dengan
pendekatan kooperatif akan mampu mencapai sukses.

Masalahnya adalah banyaknya orang bebas yang mencoba kesuksesan
dalam realitas saling-ketergantungan. Mereka bicara teknik menang/
menang, namun dengan memanipulasi yang lainnya. Orang yang gelisah
ini ingin menggabungkan jalan pikirannya kepada yang lain.
Kunci sinergi antar pribadi (interpersonal) adalah sinergi antar pribadi-
pribadi (intra personal) - sinergi dalam diri kita sendiri untuk membantu
menacapai sinergi dengan yang lainnya. Jantung dari sinergi intrapersonal
adalah habit ketiga yang pertama, yang memberikan kecukupan
keamanan internal untuk mengendalikan resiko karena menjadi terbuka
dan mudah kena serang. Sebagai tambahan, dengan belajar menggunakan
otak kiri: logika, dengan otak kanan: emosi, kita mengembangkan
sinergi psikis yang cocok terhadap realitas, yang bersifat logis dan emosional.

Menghargai Perbedaan
Intisari sinergi adalah menghargai perbedaan mental, emosional dan
pskologis diantara orang-orang. Kunci untuk menghargai perbedaan itu
adalah menyadarkan bahwa semua orang memandang dunia, tidak sebagaimana
adanya. namun sebagaimana mereka (perbedaan dalam memandang).
Orang yang benar-benar efektif memiliki kerendahan hati dan menghargai
untuk mengenali batasan persepsi yang dimilikinya dan menyadari
kekayaan akal/sumber yang tepat melalui interaksi hati dan pikiran dari
sisi kemanusiawian yang lain.

Dua orang bisa tidak setuju dan keduanya bisa benar adalah sesuatu
yang tidak logis, ini psikologis. Dan ini kenyataan. Kita melihat sesuatu
yang sama, tetapi menginterprestasikan secara berbeda, keadaan kitalah
yang menyebabkannya. Jika tidak, kita menilai perbedaan dalam persepsi
kita dan berusaha mengerti bahwa hidup tidak selalu sesuatu yang dikotomi
(benar atau salah) dan/atau, disana ada alternatif ketiga, kita tidak
akan pernah mampu melebihi ambang batas kondisi kita.
Jika dua orang memiliki opini yang sama, sesuatu yang tidak penting.
Jika demikian, bila saya menjadi sadar terhadap perbedaan dalam persepsi
kita, saya berkata “Hebat! Bantu aku melihat apa yang kau lihat.” Dengan
mengerjakannya, saya tidak hanya mengembangkan kewaspadaan,
tapi saya juga mengiyakan. Saya memberimu hawa psikologis. Saya
membuat suatu lingkungan untuk bersinergi.

Menekankan Analisis di Lapangan
Sesuai dengan Kurt Lewin, seorang sosiologis, tahapan sekarang
dari unjuk kerja atau keberadaan kita adalah posisi keseimbangan, antara
tekanan untuk menjalankan dorongan pergerakan naik dan menahan
tekanan untuk turun.

Dorongan (driving force) adalah positif, bersifat pribadi, dan berkesadaran.
Menahan (restraining force) adalah negatif, emosional, tidak
berkesadaran, bersifat sosial/psikologis. Kedua tekanan harus bersangkutan
dengan perubahan.
Menaikan dorongan akan memberikan hasil sementara. Kadang,
tekanan menahan akan beraksi mirip pegas yang membalikkannya ke tahap
semula.

Untuk menghasilkan sinergi, konsep menang/menang, sinergi pengertian
dan pencarian bersama digunakan untuk bekerja langsung pada dorongan
menahan. Kalo begitu libatkan orang dalam proses, sehingga mereka
mengerti, apa yang menjadikan permasalahan. Mereka akan berlaku
menjadi bagian penting dari solusi. Sebagai suatu hasil, berbagai sasaran
bisa diciptakan, sehingga perusahaan bisa bergerak maju.
Proses legal harus menjadi pilihan terakhir, bukan pertama, ditempatkan
paling akhir karena membuatnya menjadi blok-blok, membuat sinergi
hal yang tidak mungkin menjadi nyata.

Semua Kondisi Alam adalah Sinergis
Ekologi, adalah sesuatu yang saling berhubungan, yang menjelaskan
prinsip sinergi di alam. Hubungan kekuatan kreatif perlu dimaksimalkan.
Tujuh kebiasaan juga saling berhubungan dan memiliki kekuatan besar
ketika digunakan bersama.
Sinergi adalah pencapaian puncak dari kebiasaan-kebiasaan sebelumnya.
Efektivitas dalam realitas saling-ketergantungan.
Banyak sinergi ada dalam Lingkaran pengaruhmu. Kamu bisa menilai
baik sisi analitis dan kreatifitas milik sendiri. Kamu bisa mengesampingkan
energi negatif dan mencari yang baik di sisi lainnya. Kamu bisa
berteguh hati menyampaikan ide dalam situasi saling-ketergantungan.

Kamu bisa menghargai perbedaan di tempat lain ketika kamu melihat
hanya ada dua alternatif, punyamu dan sesuatu yang “salah”. Kamu bisa
mencari suatu alternatif sinegis ketiga.

ASAHLAH  GERGAJI
Cobalah kamu datang kepada seseorang yang bekerja di perkayuan untuk
menggergaji pohon. Mereka sedang bekerja dengan sangat lelah berjam-
jam. Ajaklah agar mereka berhenti sejenak untuk mengasah gergaji.
Mereka akan menjawab, “Saya tidak punya waktu untuk menajamkan
gergaji, saya sedang sibuk menggergaji!”
Habit 7 adalah mengambil waktu untuk mengasah gergaji. Dengan
memperbaharui empat dimensi dari sifat alamimu - fisik, spiritual, mental
dan sosial/emosional, kamu bisa bekerja lebih cepat dan tanpa kesulitan.
Untuk mengerjakannya, kita harus proaktif. Ini adalah aktivitas Kuadran
II (penting, namun tidak urgen) yang harus diaktifkan. Itu adalah pusat
dari Lingkaran Pengaruh, maka kita mesti mengerjakannya untuk diri
kita sendiri.

Dimensi Fisik
Dimensi fisik menyangkut merawat tubuh - makan makanan sehat, cukup
istirahat dan santai, dan berolah raga secara teratur.
Jika kita tidak punya program olah raga teratur, pada akhirnya kita
akan membiarkan masalah kesehatan muncul. Program baru harus dimulai
secara bertahap, sesuai dengan penemuan riset terbaru.
Keuntungan terbesar dari merawat diri sendiri adalah pengembangan
“otot” Habit 1 dari proaktivitas.

Dimensi Spiritual
Dimensi spiritual adalah pusatmu, komitmen untuk sistem nilaimu. Ia
tergambar di atas sumber yang menginspirasi dan mengangkatmu serta
mengikatmu pada kebenaran manusia yang abadi.
Seorang dokter menyarankan kepada Covey untuk mencoba empat tahap
resep di setiap interval tiga jam di tempat favoritnya, sebagai seorang
anak kecil. Dengarkan seksama, coba ingat kembali, dan catat kecemasanmu
di pasir.

Ketika kita meluangkan waktu untuk menggambarkan pusat kepemimpinan
dari hidup kita, apa yang menjadi pokok kehidupan, itu akan
mengembang bagaikan payung yang menaungi apapun di bawahnya. Inilah
mengapa suatu pernyatan misi pribadi begitu penting.

Dimensi Mental
Adalah penting untuk menjaga ketajaman pikiranmu dengan membaca,
menulis, mengelola dan merencanakan. Kumandangkan dan perlihatkan
dirimu terhadap pemikiran-pemikiran yang besar.

Televisi adalah hambatan terbesar dari pembaharuan mental. Banyak
dari program televisi adalah pemborosan waktu.
Setiap hari kita harus membuat komitmen paling sedikit satu jam untuk
memperbaharui dalam tiga dimensi : fisik, mental, spiritual. Latihan
ini adalah sebuah “Kemenangan Pribadi Harian”.

Dimensi Sosial/emosional
Dimensi fisik, spiritual dan mental dekat hubungannya dengan habit
1, 2 dan3: visi pribadi, kepemimpinan dan manajemen. Dimensi sosial/
emosional memfokuskan pada Habit 4, 5 dan 6: prinsip kepemimpinan
pribadi, komunikasi empati dan kerjasama kreatif.
Kehidupan emosional kita adalah pertama yang dikembangkan dan
dimuat dalam hubungan dengan yang lain. Pembaharuan dimensi sosial/
emosional memerlukan perhatian dan latihan dalam interaksi kita dengan
orang lain.

Sukses dalam Habit 4, 5 dan 6 adalah, tidak terutama suatu persoalan
intelektual, tetapi emosi; ini sangat berhubungan dengan perasaan
keamanan pribadi. Rasa keamanan yang hakiki datang dari dalam, dari
paradigma yang akurat dan prinsip yang benar dalam pikiran dan hati
kita. Ini datang dari hidup dalam integritas kehidupan, dimana kebiasaan
harian akan terefleksikan pada nilai-nilai pribadi yang terdalam.

Disana juga ada rasa aman hakiki yang datang sebagai hasil dari kehidupan
saling-ketergantungan yang efektif dan dari melayani, dari membantu
orang lain di jalan yang bermakna. Setiap hari, kita bisa melayani
orang lain dengan membuat tabungan cinta tak bersyarat.

Menulisi Jalan Cerita Orang Lain
Kebanyakan orang hidup dengan cara reaktif berdasarkan pada cermin
sosial. Naskahnya didasarkan pada opini, resep, dan paradigma dari orang
sekelilingnya. Sebagai orang yang saling-ketergantungan, kita mengenali
aturan kita sebagai bagian dari cerminan sosial.
Kita bisa menegaskan alam proaktif dari orang lain dengan merawatnya
sebagai orang yang berdaya tanggap. Kita bisa membantu mendukungnya
sebagai individu yang berpusat pada prinsip, berdasar nilai, saling-
tergantung, dan bermanfaat.

Ada cerita dari murid yang “cemerlang” dan “lambat” tercampur-aduk,
guru dari kelompok anak-anak “lambat” secara keliru mengklasifikasikan
sebagai “cemerlang” berkata, “Untuk beberapa alasan, metoda kita
tidak bekerja, maka kita merubah cara kita.” Nilai IQ dari murid secara
dramastis meningkat. Ketidak-mampuan pembelajaran yang jelas adalah
nyata-nyata menjadi guru yang kaku.
Goethe mengajarkan, “Perlakukan seorang manusia sebagaimana ia
adanya dan ia akan akan tetap seperti apa adanya. Perlakukan seorang
manusia sebagaimana ia bisa dan yang seharusnya dan ia akan menjadi
yang ia bisa dan seharusnya.”

Keseimbangan dalam Pembahruan.
Pembaharuan pribadi harus termasuk permbaharuan yang seimbang
dari ke-empat dimensi - fisik, spirit, mental dan sosial/emosional. Pengabaian
salah satu area memberi akibat negatif pada akhirnya.
Konsep yang sama juga terjadi pada organisasi. Proses perbaikan terus
menerus adalah ciri khas gerakan Total Quality dan suatu kunci pengaruh
masalah ekonomi seseorang.

Sinergi dalam Pembaharuan.
Sesuatu yang kamu kerjakan untuk mengasah gergaji salah satu dimensi
memiliki dampak terhadap dimensi lainnya, karena mereka sangat
erat keterkaitannya.
Kemenangan Pribadi Harian, pada tingkat minimum sejam setiap hari
untuk memperbaharui dimensi pribadi, adalah kunci untuk pengembangan
Tujuh Kebiasaan (Seven Habits) dan menyempurnakan lingkaran
pengaruhmu. Juga menjadi pondasi Kemenangan Pribadi Harian. Itu
adalah sumber dari keamanan hakiki yang kamu perlukan untuk mengasah
gergaji dalam dimensi sosial/emosional.

Spiral Menaik.
Pembaharuan adalah prinsip dan proses yang memperkuat kita untuk
bergerak menaiki spiral pertumbuhan dan perubahan, suatu perbaikan
terus menerus.

Pendidikan hati nurani adalah hal vital bagi pimpinan yang benar-benar
proaktif dan sangat efektif. Hati nurani adalah anugrah yang bisa merasakan
kesesuaian atau perbedaan (disparitas) kita dengan prinsip yang
benar dan mengangkat kita ke atas. Melatih dan mendidik hati nurani memerlukan
kelimpahan diri secara teratur pada literatur yang berimspirasi,
pengajaran pada pemikiran mulia, dan hidup dalam harmoni dengan suara-
kecilnya (tenang).
Dag Hammarskjold, Sekjen PBB yang telah lalu, berkata, “Siapa yang
ingin menjaga kerapian kebunnya tidak menyediakan tanahnya untuk
rumput. Hukum alam dari panen menentukan, mereka selalu memperoleh
apa yang ia taburkan -- tidak lebih, tidak kurang.”
Bergerak sepanjang spiral keatas menyarankan kita untuk belajar,
berkomitmen dan mengerjakan bidang yang lebih tinggi secara meluas.

Lagi, Dari dalam Keluar
Kesimpulan
Disana ada ruang antara stimulus dan respon, dan kunci untuk kebahagiaan
dan pertumbuhan adalah bagaimana kita menggunakan ruang
diantaranya. Apakah kita merespon pada situasi secara positif, proaktif?
apakah kita sedang mengendalikan hidup milik kita?
Dalam pengendapan tentang ide ini menuntun Covey untuk memulai
komunikasi yang mendalam dengan istrinya, termasuk lebih banyak
diskusi dunia nyata dalam jiwanya. Ini adalah waktu dari penjelajahan
jiwa.

Mereka mengembangkan dua peraturan dasar. Pertama, “tak ada penyelidikan”,
hanya berupaya empati. Menyelidiki itu terlalu menyerang.
Kedua, adalah bila rasa sakit hati terlalu banyak, usahakan tenang hari
itu.
Bagian komunikasi tersulit dan tersukses datang bila perasaan sensitif
seseorang yang tersentuh. Mereka akan menemukan suatu perasaan baru
dari rasa hormat satu dengan lainnya. Mereka menemukan - nampaknya
- hal kebenaran sering menjadi akar dari pengalaman emosional yang
mendalam. Berurusan dengan hal yang sepele dan dangkal tanpa melihat
sesuatu yang lebih mendalam, isu-isu yang sensitif di hati bisa jadi sesuatu
yang menginjak-injak wilayah sakral hati orang lain.
Kemampuan menggunakan secara bijak ruang antara stimulus dan respon,
adalah melatih empat anugrah unik dari sisi manusiawi kita, membuat
kita bergerak dari dalam keluar. (empat anugrah itu adalah kesadaran
pribadi, imajinasi, hati nurani, dan kenginan untuk independen. Lihat