Profesionalisme Dalam Kantor
PENDAHULUAN
Perusahaan
merupakan suatu bentuk organisasi formal dan merupakan wadah dimana sistem
kerjasama dilakukan dalam melaksanakan berbagai aktivitas sebagai upaya untuk
mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Banyak faktor
yang yang mempengaruhi upaya untuk mencapai tujuan dari suatu perusahaan. Faktor-faktor tersebut
adalah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.
Operasional
kantor yang profesional sangat dibutuhkan oleh semua bentuk organisasi
baik perusahaan, instansi pemerintah ataupun badan usaha lainnya. Dalam Operasional
kantor, semua pelaksanaan kegiatan kantor tidak terlepas dari penerapan fungsi-fungsi manajemen.
Tanpa adanya penerapan manajemen perkantoran yang baik, maka tidak mungkin
usaha yang dijalankan oleh badan usaha tersebut dapat mengalami perkembangan kearah
yang lebih maju.
Oleh
karena itu, semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, menuntut
manusia untuk bertindak semakin lebih cepat dan tepat dengan memperhatikan
efisiensi di segala bidang, sebab perkembangan teknologi akan menuntut suatu organisasi
harus bekerja secara profesional. Sulit sekali bagi suatu perusahaan untuk
mencapai sukses tanpa pelaksanaan manajemen perkantoran secara efektif.
Manajemen perkantoran sangat penting untuk menunjukkan cara bagaimana menuju
kearah pelaksanaan pekerjaan yang lebih baik, yaitu dengan mengurangi hambatan-hambatan yang
mungkin terdapat pada suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan terlebih dahulu.
Luas
sempitnya pekerjaan kantor berfungsi memberi fasilitas kepada pelaksana tugas pokok
suatu instansi atau perusahaan, melayani, dan memudahkan koordinasi
terhadap kegiatan-kegiatan pokok. Pekerjaan kantor mempunyai peranan
dalam kehidupan dan perkembangan organisasi. Sebagai suatu keseluruhan, karena
fungsinya sebagai pusat ingatan, pusat kegiatan, dan sumber dokumen. Dalam
menyelenggarakan kegiatan, perlu adanya pencatatan yang cermat dan pengelolaan
arsip secara tertib guna penilaian atau penyusunan program pengembangan lebih
lanjut.
Pengertian Kantor
Apa
itu kantor? Yang dimaksud dengan Kantor adalah jika secara etimologis istilah
Kantor berasal dari bahasa Belanda yaitu Kantoor yang artinya
ruangan tempat bekerja, tempat instansi dan lain-lain. Lalu jika dalam bahasa
Inggris berasal dari kata Office yang artinya tempat untuk
memberikan pelayanan, ruang tempat bekerja ataupun posisi. Pengertian tentang
kantor dibagi kedalam dua bagian yang diantaranya arti secara dinamis dan
secara statis.
Arti
kantor secara dinamis yaitu merupakan proses-proses dalam penyelenggaraan
kegiatan seperti pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan maupun
pendistribusian data. Jadi jika dalam arti sempit imerupakan tempat untuk
menyelenggarakan kegiatan-kegiatan administrasi atau tata usaha.
Menurut
Sedarmayanti (2009:1-2) pada setiap organisasi, baik pemerintah maupun swasta,
dalam rangka mencapi tujuan secara berhasil diperlukan adanya pembagian kerja,
pelimpahan wewenang, sampai kepada rincian tugas masing-masing pihak yang
terlibat dalam organisasi tersebut. Disamping itu, dalam suatu organisasi harus
ditetapkan pula kaitan kerjasama antara satu aspek dengan aspek lainnya, untuk
dijadikan pegangan bagi para pelaksana, agar pelaksanaannya dapat dilakukan
secara sistematis. Guna mencapai hal tersebut, diperlukan seorang pimpinan
yang dapat memimpin kelompok orang-orang yang tergabung dalam organisasi agar
kegiatan dalam bekerjasama tujuan dapat terarah dan jelas. Selain itu, gerak
dan dinamika suatu organisasi tidak dapat lepas hubungannya dengan kegiatan
organisasi lain serta lingkungannya. Oleh sebab itu salah satu kebutuhan dalam
rangka mencapai tujuan organisasi adalah kebutuhan akan tersediannya
informasi.
Dewasa
ini, kedudukan dan peranan kantor berkembang dengan pesat dan sangat menentukan
keberhasilan suatu organisasi dalam rangka mencapai tujuannya, demikian juga
fungsi dan tanggung jawab seorang pimpinan dalam suatu kantor. Secara umum,
kantor dapat diartikan sebagai tempat dimana dilakukan berbagai kegiatan
pelaksanaan organisasi dalam rangka mencapai tujuannya. Akan tetapi dengan
perkembangan pesat dewasa ini, kantor mempusat kegiatan penyediaan informasi
guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan disegala bidang. Berdasarkan hal
tersebut, maka lebih lanjut dapat dijelaskan bahwa kantor adalah tempat
diselengarakannya kegiatan menangani informasi dan proses menangani informasi
mulai dari menerima, mengumpulkan, menyimpan sampai menyalurkan/mendistribusikan
informasi.
Fungsi Kantor
Menurut Denyer dalam Sedarmayanti
(2009:3-4) fungsi kantor adalah untuk memberikan pelayanan komuniaksi dan
warkat yang secara rinci adalah :
a. Untuk menerima keterangan (misalnya: surat-surat,
harga, kutipan, dan sebagainya).
b. Untuk mencatat keterangan (misalnya: persediaan, harga, dan
catatan-catatan kepegawaian)
c. Untuk
menyusun keterangan (misalnya: faktur-faktur penjualan, perkiraan-perkiraan dan
sebagainya.
d. Untuk
memberi keterangan (misalnya : faktur-faktur penjualan, perkiraan-perkiraan dan
sebagainya).
e. Untuk menjamin aktiva-aktiva (misalnya: pemeliharaan uang
tunai, persediaan dan sebagainya.
Sementara itu,menurut Sedarmayanti
(2009:4) kantor mempunyai fungsi antara lain :
a. Sebagai alat penyambung
panca indera bagi pimpinan.
b. Membantu pimpinan dalam
perumusan pekerjaan.
c. Membantu pimpinan
dalam penyederhanaan sistem manajemen prosedur dan metoda kerja.
d. Membantu pimpinan
dalam pelaksanaan kegiatan mencapai tujuan dan melaksanakan kegiatan mencapai
tujuan organisasi yang berdaya guna.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah kantor merupakan tempat
kegiatan catat-mencatat suatu organisasi dalam mencapai suatu tujuannya. (Sedarmayanti
: 2009)
Hakekat Pekerjaan Kantor
Menurut
Sedarmayanti (2009:4-5) hakekat pekerjaan kantor dapat dibagi menjadi sebagai
berikut :
1. Mengumpulkan atau menghitung
keterangan
Yaitu kegiatan mencari dan
mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau
berserakan dimana-mana, menjadi keterangan yang siap dipergunakan bilamana
diperlukan.
2. Mencatat Keterangan
Yaitu kegiatan membubuhkan
keterangan dengan aberbagai macam peralatan sesuai dengan perkembangan
teknologi modern dan kebutuhan, keterangan yang diperlukan sehinggawujud
keterangan dapat langsung siap pakai.
3. Mengolah keterangan
Yaitu bermacam-macam kegiatan
mengerjakan keterangan dengan maksud menyajikannya dalam bentuk yang lebih
berguna.
4. Menggandakan keterangan
Yaitu kegiatan memperbanyak
keterangan dengan berbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan.
5. Mengirim keterangan
Yaitu kegiatan menyampaikan keterangan
dengan berbagai cara dan alat dari satu pihak kepada pihak lain.
6. Menyimpan keterangan
Yaitu kegiatan menaruh atau
meletakkan keterangan dengan berbagai cara dan alat ditempat tertentu sehingga
lebih teratur, sistematis dan aman.
Ruang Lingkup Pekerjaan Kantor
Menurut
Sedarmayanti (2009:6) ruang lingkup pekerjaan kantor dipengaruhi oleh beberapa
faktor, antara lain :
1. Luas sempitnya ruang lingkup
tugas pokok kantor bersangkutan. Perusahaan yang besar dan luas jangkauannya,
memerlukan lebih banyak informasi yang harus ditangani dari pada perusahaan
yang sempit lingkup usahanya.
2. Sifat atau jenis usaha suatu kantor.
2. Sifat atau jenis usaha suatu kantor.
Menurut
Sedarmayanti (2009:7) pekerjaan kantor tidak identik dengan pekerjaan tulis
menulis ataupun ketatausahaan, tetapi dalam pelaksanaan pekerjaan kantor, dapat
berupa:
1. Pekerjaan tulis menulis.
2. Ketatausahaan.
3. Ketatausahaan ditambah
dengan kegiatan.
Sedangkan
Menurut William H. Leffingwell dan Edwin M Robinson dalam Sedarmayanti (2009:7)
pekerjaan kantor meliputi :
1. Menerima,
mengirim, dan mengangkut pesanan-pesanan.
2. Membuat
rekening.
3. Surat
menyurat, mendikte, mengetik.
4. Menyimpan
warkat.
5.Menyampaikan
hutang dan mengumpulkan perhitungan-perhitungan yang belum diselesaikan.
Berdasarkan
pendapat di atas, dapat disimpulkan ruang lingkup pekerjaan kantor
meliputi kegiatan catat-mencatat, ketatusahaan, surat-menyurat yang dilakukan
dalam suatu organisasi (Sedarmayanti: 2009, William H.Leffingwell dan Edwin M
Robinson dalam Sedarmayanti: 2009).
Kegiatan Kantor
Menurut Laksmi, dll. (2008:87)
kegiatan perkantoran terdiri dari :
1. Mengelola data dan informasi
kantor
Bagian ini menjelaskan tentang
mengelola data kantor, yaitu catatan dan laporan kantor, surat dan alur
korespondensinya, serta formulis kantor. Data kantor yang lain, yaitu arsip.
2. Catatan dan Laporan
Kantor
Pengertian catatan kantor adalah
laporan tertulis mengenai fakta-fakta atau kejadian-kejadian untuk disimpan.
Dengan demikian, catatan kantor bisa disebut sebagai data dan digunakan pada
setiap fase kegiatan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan. Jenis catatan
kantor yang utama dan yang umumnya dikantor adalah :
a. Catatan-catatan mengenai
personalia (personal records). Catatan ini berisi catatan mengenai nama,
alamat, usia, status, perkawinan, kebangsaan, pendidikan, dan pengalaman kerja.
b.Catatan-catatan mengenai produksi
(productions records). Catatan ini berisi memuat jumlah produk yang dihasilkan
dan yang diafkir, jenis bahan, dan jenis mesin.
c. Catatan-catatan mengenai
inventaris (inventory records) catatan ini memuat daftar nama dan jumlah
artikel dalam persediaan, dan kondisi fisik : ukuran, gaya, lokasi.
d. Catatan-catatan mengenai
penjualan (sales records). Catatan ini berisi nama, jumlah dan harga artikel
yang dijual, daerah penjualan, alat distribusi.
e. Catatan-catatan mengenai
finansial (finansial records). Catatan ini berisi catatan isu-isu mengenai
syarat kredit, tanggall pembayaran, jumlah uang yang harus di tagih, data
gaji/upah yng harus dibayar, dan kartu waktu (time clock, cards).
Jenis – Jenis Pekerjaan Kantor
Safitri, N.R. (2013) Jenis-jenis kantor terdiri
dari :
a. Menghimpun
Contoh: mengumpulkan data, mencari informasi,
membuat kliping, serta mengumpulkan berita dan menyusunnya.
b. Mencatat
Contoh: membuat surat, notula, mencatat
kegiatan, dan membuat tulisan di berbagai media
c. Menggandakan
Contoh: foto kopi, mencetak informasi dengan
printer atau risograph
d. Mengirim
Mengirim surat lewat pos, faksimile, email dan
mendistribusikan informasi
e. Menyimpan
Contoh: menyimpan surat/arsip, menyimpan
data/informasi ke komputer dan menyusun buku di perpustakaan
f. Melakukan komunikasi
Contoh: bertelepon, korespondensi, chatting dan
teleconference
g. Menghitung
Contoh: menghitung data
penjualan, keuangan, dan jumlah sarana dan
prasarana
h. Pekerjaan lainnya
Contoh: pelayanan tamu, kurir dan petugas
kebersihan kantor
Pengertian Operasional
Operasional berasal dari kata operasi yang mempunyai arti
menurut Subagyo dalam Sentika (2014) ialah “Kegiatan untuk mengubah bentuk
untuk menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari suatu barang atau
jasa”.
Pengertian manajemen operasional menurut Richard L. Daft
dalam Sentika (2014) adalah ”Bidang manajemen yang mengkhususkan
pada produksi barang, serta menggunakan alat-alat dan tekhnik-tekhnik khusus
untuk memecahkan masalah-masalah produksi.” Menurut Abrams & Laplante (2010)operasional ialah aspek
yang penting karena tanpanya, maka tidak ada yang bisa anda kerjakan.
Jadi,operasional merupakan suatu kegiatan atau berupa
teknik-teknik di bidang manajemen untuk menciptakan suatu barang atau manfaat
baru. (Subagyo dalam Sentika: 2014, Richard L. Daft dalam Santika: 2014).
Sistem Operasional di Perkantoran
Menurut
Laksmi, dll. (2008:53) definisi sistem perkantoran adalah urutan baku
operasi-operasi dalam suatu kegiatan perusahaan yang khas (pembayaran upah,
pembuatan faktur penjualan, dll) dan berkenaan dengan bagaimana operasi-operasi
itu dilaksanakan, dimana dan bilamana dilaksanakan. Sistem perkantoran
dilakukan dengan langkah dan cara tertentu, yang berbeda-.beda disetiap kantor.
Langkah tersebut disebut prosedur. Prosedur perkantoran adalah suatu rangkaian
langkah kerja klerikal (ketatausahaan) yang saling bertalian, biasanya
dilaksanakan oleh lebih dari satu orang. Prosedur diterima sebagai suatu cara
yang tetap dalam menjalankan suatu tahap aktivitas perkantoran yang penting dan
menyeluruh.
Komponen – Komponen Pembentuk
Manajemen Operasional
Sentika (2014) komponen – komponen manajemen operasional
terdiri dari:
1. Aktivitas manajemen
Kita
dapat menggunakan pengertian yang lebih praktis dari manajemen yaitusiklus
kegiatan merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melakukan
perbaikan.Pengertian umum manajemen yang mengandung kegiatan
merencanakan,mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengendalikan lebih tepat
jika digunakan dalamkonteks organisasi secara menyeluruh.
Input
- Proses - Output
Proses pasti memiliki input dan output. Input dalapat berupa
material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja, jam orang,
waktu atau sumber daya lainnya. Outputmerupakan hasil dari proses yang
dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dariinput yang diterima. Proses
dikatakan baik jika mampu memberi nilai tambah pada inputyang diterima.
Terlepas apakah hasil aktivitas evaluasi terhadap proses menyatakan baikatau
tidak, adanya indikator proses dapat menjadi pemicu aktivitas perbaikan. Hasilnya diharapkan
setiap proses dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan/atau lebih aman.
2.
Indikator Proses
Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri:
Quality, Cost, Delivery (responsif), dan Safety. Quality menyatakan kualitas
yang dapat diterjemahkan sebagai upaya membuat produk dengan lebih baik
dari kondisi sebelumnya atau lebih baik dalam pemenuhan spesifikasi. Cost
menyatakan ukuran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu
proses. Suatu proses makin baik bila memerlukan biaya lebih murahdengan output
yang sama. Delivery/responsif menyatakan kecepatan perusahaan mengantarkan
barang dan jasanya kepada pelanggan. Suatu proses makin baik jika dapat melakukannya
lebih cepat. Termasuk ke dalam pengertian responsif adalah fleksibilitas
perusahaan dalam membuat barang dan jasa yang dibutuhkan pelanggan. Safety menyatakan
tingkat keamanan dan keselamatan kerja bagi karyawan dan belakangan diperluas
hingga keamanan dampak proses bagi lingkungan. Proses yang lebih aman harus
terus diupayakan dalam perbaikan proses.
3. Efisiensi dan Efektivitas
Efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam
suatu proses.Semakin hemat/sedikit penggunaan sumber daya, maka prosesnya dikatakan
semakinefisien. Proses yang efisien ditandai dengan perbaikan proses sehingga
menjadi lebih murah dan lebih cepat. Efektivitas adalah ukuran tingkat
pemenuhan output atau tujuan proses. Semakin tinggi pencapaian target atau
tujuan proses maka dikatakan proses tersebut semakin efektif. Proses yang
efektif ditandai dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baikdan lebih
aman.
Tanggung
Jawab Manajer Operasi
1. Menghasilkan
barang dan jasa.
2. Mengambil
keputusan yang berkaitan dengan fungsi operasi dan sistem transformasi.
3. Mengkaji
pengambilan keputusan dari suatu fungsi operasi.
Fungsi Produksi Dan
Operasi
1. Proses produksi
dan operasi.
2. Jasa-jasa
penunjang pelayanan produksi.
3. Perencanaan
4. Pengendalian dan
pengawasan.
Pengertian Profesional
Menurut Lysa Anggraeni dalam Dilihatya (2014).
Profesional adalah sautu tuntutan bagi seseorang yang sedang mengemban
amanahnya agar memperoleh proses dan hasil yang optimal. Sedangkan menurut Roy
Suryo dalam Dilihatya (2014). Profesional adalah seseorang yang mendapat
pengakuan dari seorang pelaku, bukan pengakuan publik atau lembaga terkait.
Tidak jauh berbeda, Hary Suwanda dalam Dilihatya
(2014) mengatakan Profesional adalah seseorang yang ahli dibidangnya dan
mengandalkan keahliannya dalam mata pencahariannya.
Jika kita lihat dalam Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia,
karangan J.S. Badudu (2003), definisi profesionalisme adalah mutu, kualitas,
dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang
profesional. Sementara kata profesional sendiri berarti (1) bersifat profesi
(2) memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan latihan, (3)
beroleh bayaran karena keahliannya itu. Dari definisi di atas dapat disimpulkan
bahwa profesionalisme memiliki dua kriteria pokok, yaitu keahlian dan
pendapatan (bayaran). Kedua hal itu merupakan satu kesatuan yang saling
berhubungan. Artinya seseorang dapat dikatakan memiliki profesionalisme
manakala memiliki dua hal pokok tersebut, yaitu keahlian (kompetensi) yang
layak sesuai bidang tugasnya dan pendapatan yang layak sesuai kebutuhan
hidupnya. Hal itu berlaku pula untuk profesionalisme guru. Profesional juga merupakan seseorang yang memiliki
keahlian dalam suatu bidang dengan menguasai secara dalam , yang diakui oleh
banyak orang sehingga dia mendapatkan amanah untuk mengemban keahlian tersebut
(Lysa dalam Dilihatya: 2014, Roy Suryo dalam Dilihatya: 2014, Hary
Suwanda dalam Dilihatya (2014), dan Tanri Abeng dalam Dilihatya: 2014).
Operasional Kantor yang Profesional
Profesionalisme
suatu operasional kantor dapat dilihat dari staf dan orang-orang yang berkerja
dalam suatu kantor. Orang-orang yang berkerja di dalamnya juga harus memiliki
profesionalisme dalam melakukan kegiatan operasional.Jika hal tersebut berjalan
dengan baik, maka kantor tersebut dapat dikatakan profesional.
Mangkuprawira&Hubeis(2007) mengatakan profesional diartikan
sebagai ciri-ciri kekuatan yang dimiliki seseorang berupa keahlian, kompetensi,
kerja efisien, keterampilan, kualifaid-pandai, berpengalaman, dan sifat
mengagumkan. Dalam konteks SDM, manajemen profesionaladalah
pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut dalam pengembangan mutu SDM secara
profesional. Lawannya adalah manajemen amatiran yang ciri-cirinya bertentangan
dengan ciri-ciri manajemen profesional.
Menurut Mangkuprawira & Hubeis (2007), ciri-ciri
manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM dapat dilihat dari sisi
operasional dan manajerial yakni:
1)
Berbudaya korporat: transparansi, independensi, responsif, akuntabilitas,
dan kejujuran.
2)
Dukungan manajemen puncak.
3)
Bermanfaat untuk kepentingan internal dan juga eksternal organisasi.
4)
Berorientasi ke masa depan dengan pendekatan holistik.
5)
Berdimensi jangka panjang dan bersinambung.
6)
Sistem nilai-prinsip efisiensi dan efektivitas.
7)
Dilakukan secara terencana/terprogram.
8)
Monitoring dan evaluasi serta umpan balik.
9)
Dilakukan oleh pelaku dan tentunya pimpinan unit yang memiliki:
a. Kompetensi
atau keakhlian dan pengalaman panjang di bidangnya.
b. Sifat
haus pada tantangan-tantangan.
c.
Sikap dan ketrampilan inovatif, kreatif, inisiatif dan efisien.
d. Integritas
tinggi.
e. Sifat
menghargai profesi lain.
f. Sifat
yang selalu siap menghadapi setiap resiko.
g. Bertanggungjawab
atas setiap kata dan perbuatannya.
10) Penggunaan
teknologi tepatguna.
11) Kepemimpinan
dalam membangun komitmen.
12) Partisipasi
aktif semua anggota.
13) Kerjasama Tim.
14) Pemberian
penghargaan pada tiap karyawan yang berprestasi (kompensasi termasuk peluang
pendidikan-pelatihan lanjutan dan promosi karir).
15) Persuasi pada
karyawan yang kurang berprestasi untuk menjadi yang terbaik melalui
konsultasi-bimbingan dan pendidikan-pelatihan bersinambung.
Staf Profesional
Menurut
Abdurokhman (2014) Staf professional berarti orang yang mampu bekerja dan
menyelesaikan setiap tugas yang diberikan atasan dengan tepat waktu, tepat
guna, tepat sasaran, dengan menggunakan keahlian dan ketrampilan yang
dimilikinya sehingga dapat memperingan tugas pimpinan. Staf yang
professional sangat diperlukan dalam membantu pimpinan agar tugas pekerjaan
pada setiap organisasi atau di dalam kantor dapat berjalan sesuai dengan
rencana.
Pentingnya Staf dalam Organisasi
1. Kompleksitas pekerjaan pimpinan
Pekerjaan
seorang pimpinan dalam suatu organisasi merupakan pekerjaan yang besar dan
banyak menyita waktu.Tugas pokok setiap pimpinan pada organisasi adalah terwujudnya
pencapaian tujuan organisasi yang dipimpinnya. Tujuan tersebut dapat
dikelompokkan menurut tingkatannya, yaitu: Tujuan Stratejik (Strategic
Goal), Tujuan Operatif(Operative Goal) dan tujuan/sasaran
operasional (Operational Objective). Pencapaian tujuan-tujuan
tersebut menjadi tugas dari setiap pimpinan sesuai dengan jenjangnya. Pimpinan
Tingkat Atas(Top Manager) atau Eksekutif mempunyai tanggung jawab
dalam pencapaian tujuan stratejik, Pimpinan Madya (Middle Manager) atau
manajer untuk pencapaian tujuan operatif dan Pimpinan Pelaksana (Lower
Manager) atau Supervisor untuk pencapaian sasaran operasional.
Perkembangan
dunia yang penuh perubahan diperkirakan menyebabkan pelaksanaan tugas pimpinan
semakin kompleks. Kompleksitas pelaksanaan tugas pimpinan tersebut semakin
tinggi dengan berkembangnya organisasi modern yang ciri-cirinya menurut Siagian
(1996) antara lain adalah:
a. Bentuk dan strukturnya semakin kompleks.Semakin
berkembangnya suatu perusahaan maka perusahaan akan memiliki lebih banyak pekerja
dan tugas yang harus dilakukan,sehingga bentuk dan struktur suatu perusahaan
akan semakin kompleks.
b. Semakin besar organisasi,maka biaya yang dikeluarkan
akan semakin besar. Semakin rumit dan beraneka ragamnya alat-alat serta sarana
yang dipergunakan di dalam dan oleh organisasiyang bersangkutan;
d. Semakin cepatnya pengolahan
data cara bekerja akibat
pengaruh kemajuan yang diperoleh dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi. Contohnya saja fasilitas internet yang memudahkan
semua orang dalam berkomunikasi antar tempat, Negara , bahkan benua.
e. Semakin terbatasnya sumber-sumber yang dapat digali dan
dimanfaatkan;
f. Semakin perlunya orientasi kepada efisiensi.Modernisasi
memacu setiap perusahaan untuk bergerak secara cepat dan efisien. Untuk itu,
setiap pekerjaan harus dilakukan dengan efektif dan efisien.
g. Semakin meningkatnya kesadaran bahwa sebenarnya
manusialah yang akan menentukan berhasil tidaknya organisasi mencapai tujuan.
2. Pentingnya Staf Sebagai Pembantu Pimpinan
Salah satu prinsip dalam manajemen modern
adalah berorientasi pada pencapaian tujuan. Hasil kerja seorang pimpinan akan
dapat dinilai dari kemampuannya dalam mewujudkan tujuan atau sasaran yang telah
direncanakan. Dalam pencapaian tujuan dan sasaran tersebut seringkali dijumpai
berbagai masalah salah satunya adalah ketidaksesuaian antara kenyataan dengan
rencana yang telah dibuat. Oleh karena itu, staf sangat diharapkan sebagai
pembantu pimpinan dalam memberikan bantuan berupa pikiran dan tenaga yang dapat
membantu dalam mencapai tujuan perusahaan.Artinya peranan staf sangat penting
dan mementukan dalam pelaksanaan tugas pimpinan mencapai keberhasilan sesuai
tujuan yang telah ditetapkan. Bantuan yang dapat diberikan oleh staf antara
lain adalah:
a. Pengumpulan dan analisis data. Data merupakan salah
satu sumber penting dalam sebuah perusahaan.Data dapat dikumpulkan maupun
dianalisis sesuai dengan prosedur yang berlaku. Staf dapat melakukan
pengumpulan dan menganalisis data.
b. Pemberian rekomendasi/alternatif tindakan. Tidak
jarang, perusahaan mengalami suatu kondisi yang memiliki pertimbangan sulit
dalam menentukan keputusan. Staf dapat membantu memberi rekomendasi atau
alternative tindakan saat mengalami kondisi tersebut.
c. Sosialisasi kebijaksanaan pimpinan. Mensosialisasi
kebijaksanaan pimpinan mungkin mudah dilakukan pada perushaan yang masih
berskala kecil. Namun, hal tersebut agak sulit dilakukan dalam perusahaan yang
sudah berskala besar. Staf dapat membantu melakukan sosialiasi kebijaksanaan
pimpinan pada staf atau bawahan lain yang bersangkutan.
d. Persiapan rencana dan pelaksanaannya. Staf dapat
membantu pimpinan dalam hal perencanaan dan pelaksanaan untuk kelangsungan
perusahaan.
e. Pemantauan dan evaluasi kegiatan
operasional.Kegiatan-kegiatan yang bersifat operasional dapat dievaluasi dan
dipantau oleh staf. Sedangkan kegiatan-legiatan yang bersifat managerial dapat
dipantau langsung oleh pimpinan.
Inti yang dapat disimpulkan adalah staf
professional adalah setiap orang yang bekerja pada suatu perusahaan (kantor)
dan mampu melaksanakan setiap perintah atau tugas yang diberikan atasan dengan
tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran dengan menggunakan keterampilan dan
kemampuan yang dimiliki sehingga dapat memperingan tugas pimpinan.
Untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut diperlukan kreatifitas kemandirian, dan
kedisiplinan yang tinggi sehingga setiap tugas yang diberikan bisa dikerjakan
dengan baik tanpa harus bergantung pada pimpinan.
Untuk menjadi staf profesional dibutuhkan
dedikasi tinggi, dan kepedulian untuk melaksanakan tugas rutin yang terkesan
membosankan menjadi pekerjaan yang menarik. Perlu ditegaskan bahwa peran staf
adalah membantu pimpinan; membantu memperlancar berbagai aspek
administratif dan teknis kantor maupun aktivitas rutin yang menyangkut
tugaskantor sehingga pimpinan bisa berkonsentrasi pada fungsi
manajerial/kepemimpinannya.
kesimpulan
Kantor memiliki
banyak fungsi yang diantarannya adalah pencatatan, penyusunan dan yang
lainnya.Kegiatan kantor memiliki beberapa jenis seperti menghimpun, mencatat
dan jenis lainnya. Operasional adalah bidang manajemen yang mengkhususkan pada
produksi barang, serta menggunakan alat-alat dan tekhnik-tekhnik khusus untuk
memecahkan masalah-masalah produksi.
Adapun
komponen dari operasional kantor adalah Indikator Proses,
Aktivitas manajemen, Efisiensi dan Efektivitas. Sedangkan professional
adalah sautu tuntutan bagi seseorang yang sedang mengemban amanahnya agar
memperoleh proses dan hasil yang optimal. Jadi dapat disimpulkan Profesionalisme
suatu operasional kantor dapat dilihat dari staf dan orang-orang yang berkerja
dalam suatu kantor. Orang-orang yang berkerja di dalamnya juga harus memiliki
profesionalisme dalam melakukan kegiatan operasional.
Jika hal
tersebut berjalan dengan baik, maka kantor tersebut dapat dikatakan
profesional. Salah satunya dapat dilihat dari staf yang professional.Adapun
pengertian staf yang professional adalah Staf professional berarti orang
yang mampu bekerja dan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan atasan dengan
tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran, dengan menggunakan keahlian dan ketrampilan
yang dimilikinya sehingga dapat memperingan tugas pimpinan.
Daftar Pustaka
Abdurokhman.
(2014). Kiat Menjadi Staf Profesional.Banyumas.
Abrams,
R., & LaPlante, A. (2010). Passion to Profits.(Kusnandar,
Trans.) Jakarta: Azkia Publlisher.
Dilihatya.
(2014). Pengertian Profesional Menurut Para Ahli.http://dilihatya.com/2348/pengertian-profesional-menurut-para-ahli.
Diakses Pada Tanggal: 10 Juni 2015 (23.30).
J.S
Badudu.(2003).Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia.Jakarta
:Kompas
Laksmi,
dll. (2008). Manajemen Perkantoran Modern. Jakarta:Penaku.
Mangkuprawira,
S., & Hubeis, A. V. (2007).Manajemen Mutu SDM. PT Ghalia
Indonesia.
Safitri,
N.R. (2013). Pengertian, Fungsi, Jenis dan Ciri Pekerjaan Kantor.http://risdans.blogspot.com/2013/11/pengertianfungsijenis-jenis-dan-ciri.html. Diakses
pada tanggal : 10 Juni 2015 (22:20)
Sedarmayanti.(2009). Dasar-dasar
Pengetahuan tentang Manajemen Kantor. Bandung:CV.Mandar Maju.
Sentika,
Sarah. (2014). Jurnal Manajemen Operasional. Bandung.http://www.academia.edu/9593131/Jurnal_Manajemem_Operasional.
Diakses pada tanggal : 10 Juni 2015 (23:05)
Sondang
P.Siagian,(1996).Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta :Bumi Aksara